Ibu Rela Naik Motor 4 Tahun Demi Anak Disabilitas Lulus Cumlaude, Kisah Harunya Bikin Terenyuh

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 06:54 WIB
Ibu Rela Naik Motor 4 Tahun Demi Anak Disabilitas Lulus Cumlaude, Kisah Harunya Bikin Terenyuh

Kisah Inspiratif Bonifacius David Hendrawan: Mahasiswa Disabilitas UMSurabaya Lulus Cumlaude Berkat Dukungan Ibu

Semangat dan cinta seorang ibu mampu menaklukkan segala rintangan. Hal ini terbukti dalam perjalanan Bonifacius David Hendrawan, mahasiswa disabilitas Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,68. Selama empat tahun, sang ibu setia menunggu di depan kelas menemani David menuntut ilmu di tengah keterbatasan fisik.

Perjalanan Pendidikan dari SLB hingga Kuliah

David merupakan anak pertama dari dua bersaudara yang terlahir dengan disabilitas kaki. Awalnya orang tuanya hanya berharap David bisa mengenal huruf dan angka. Namun semangat belajar David, terutama dalam bidang bahasa, membawanya hingga ke bangku kuliah. Setelah menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di SLB YPAC Surabaya, David mendapatkan informasi tentang beasiswa disabilitas UMSurabaya yang membebaskan biaya pendidikan penuh.

Mengatasi Keraguan sebagai Non-Muslim di Kampus Islam

Di awal perkuliahan, David dan keluarga sempat ragu karena statusnya sebagai non-muslim di kampus berbasis Islam. Namun kekhawatiran itu sirna berkat penerimaan yang hangat dari dosen dan teman-teman kampus. "Semua orang di kampus memperlakukan saya dengan sangat baik. Tidak ada perbedaan," ujar David.

Pengorbanan Seorang Ibu untuk Pendidikan Anak

Perjuangan selama kuliah tidak selalu mulus. Di saat-saat sulit, sang ibu hadir sebagai penopang semangat. Setiap hari selama empat tahun, ibu David mengantar dan menungguinya di kampus dengan perjalanan 1,5 jam menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi khusus. Bahkan ibu David harus belajar naik motor terlebih dahulu selama sebulan karena tidak terbiasa.

Pencapaian Gemilang dan Rencana Masa Depan

David berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMSurabaya tepat waktu dengan IPK 3,68. Skripsinya yang berjudul "Improving English writing text of 12th grade students with physical impairments using Instagram feed in SLB YPAC Surabaya" menjadi bukti dedikasinya dalam pendidikan. Setelah lulus, David berencana membuka kursus bahasa Inggris online untuk tetap produktif dan berbagi ilmu.

Pesan untuk Pendidikan Inklusif

David berharap beasiswa disabilitas bisa lebih banyak diakses oleh teman-teman disabilitas lainnya. "Terima kasih UMSurabaya sudah mewujudkan mimpi saya, mimpi yang dulu hanya tertulis di atas kertas, tapi kini saya bisa membuktikannya," katanya penuh syukur. Kisah inspiratif ini membuktikan bahwa dengan dukungan keluarga dan kesempatan yang tepat, mahasiswa disabilitas mampu mencapai prestasi akademik yang membanggakan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar