Bukti mencolok terungkap ketika Aron Geller mempublikasikan foto penghargaan Indonesia Property Award 2016 yang telah dimanipulasi dengan Photoshop. Foto asli dari acara penghargaan bergengsi tersebut menunjukkan pemenang yang berbeda, namun Geller mengganti wajah penerima asli dengan wajahnya sendiri.
Yang lebih mencurigakan, nama perusahaan sponsor "Care" pada banner juga diubah menjadi "Vertical" - nama perusahaannya. Pemalsuan ini menunjukkan upaya sistematis untuk menciptakan citra profesional yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Pola Penipuan dan Operasi Bisnis Ilegal
Investigasi mengungkap bahwa Aron Geller telah aktif dalam bisnis konstruksi di Bali sejak 2011. Pola yang muncul menunjukkan penggunaan nominee dan dokumen yang dipertanyakan dalam operasi bisnisnya.
Komentar kontroversial Geller tentang orang Indonesia dalam wawancaranya semakin memperkuat citra negatif tentang cara dia menjalankan bisnis di Bali.
Dampak dan Investigasi Berkelanjutan
Kasus ini menyoroti pentingnya due diligence dalam investasi properti di Bali. Puluhan investor dilaporkan menjadi korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Pihak berwenang terus menyelidiki kasus ini, termasuk status imigrasi dan dokumen bisnis yang digunakan oleh pasangan Geller selama bertahun-tahun beroperasi di Indonesia.
Video dokumentasi tentang bisnis dan villa milik Aron & Roksanna Geller tersebar luas di platform YouTube, menunjukkan gaya hidup mewah yang dipertanyakan sumber dananya.
Artikel Terkait
Kepala Polresta Sleman Dicopot Usai Kasus Pembelaan Diri Berujung Maut
Cinta Tak Kenal Usia: Kisah Sopir Truk dan Majikannya yang Akhirnya Sah di KUA
Opini Tanpa Data: Ancaman Nyata bagi Demokrasi di Era Medsos
Roy Suryo dan Dokter Tifa Gugat Pasal Pencemaran Nama Baik ke MK