Kapal Turki Diserang Drone di Jalur Gandum, Rusia Dituding Pelakunya

- Minggu, 14 Desember 2025 | 02:30 WIB
Kapal Turki Diserang Drone di Jalur Gandum, Rusia Dituding Pelakunya

Kapal Turki kembali jadi sasaran di Laut Hitam. Kali ini, kapal bernama 'VIVA' yang mengangkut minyak bunga matahari dilaporkan diserang. Ukraina dengan tegas menuding Rusia berada di balik serangan ini.

Menurut pernyataan resmi angkatan laut Ukraina yang dikutip AFP, Minggu (14/12/2025), serangan dilakukan menggunakan drone. "Rusia melancarkan serangan terarah menggunakan drone terhadap kapal Turki 'VIVA', yang sedang dalam perjalanan ke Mesir membawa minyak bunga matahari," begitu bunyi pernyataan mereka.

Untungnya, meski dek kapal dipenuhi air dan ditemukan sisa-sisa mesin drone, kapal itu bisa melanjutkan pelayaran. Sebelas awak di dalamnya dilaporkan selamat.

Yang menarik, serangan ini terjadi di zona ekonomi eksklusif Ukraina, tepatnya di koridor gandum yang seharusnya jadi jalur aman untuk ekspor hasil pertanian. Jadi, serangan ini bukan cuma soal satu kapal, tapi seperti mencederai kesepakatan jalur aman itu sendiri.

Ini sudah kejadian kedua dalam dua hari. Sungguh ironis, mengingat baru sehari sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan secara langsung mendesak Vladimir Putin untuk menghentikan serangan terhadap pelabuhan dan fasilitas energi. Pertemuan tatap muka mereka berlangsung Jumat (12/12) di Turkmenistan.

Sehari sebelum serangan terhadap 'VIVA', tepatnya Jumat, sebuah feri Turki lainnya juga sudah jadi korban. Kapal itu diserang di pelabuhan Chornomorsk, wilayah Odesa.

"Rusia melancarkan serangan rudal terhadap infrastruktur pelabuhan sipil di wilayah Odesa," tulis Menteri Restorasi Ukraina, Oleksiy Kuleba, di Telegram. Dia menegaskan feri Turki itu rusak, tapi untungnya tak ada korban jiwa.

Perusahaan pemilik kapal, Cenk Shipping, mengonfirmasi serangan itu. Dalam pernyataannya, mereka menyebut kapal yang penuh muatan buah, sayur, dan persediaan makanan itu diserang tak lama setelah berlabuh. Gambar-gambar di media sosial memperlihatkan kapal berwarna biru-putih itu terbakar.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pun angkat bicara. Meski tak menyebut kapal tertentu, dia menyayangkan rusaknya kapal sipil di pelabuhan Chornomorsk.

"Ini sekali lagi membuktikan bahwa Rusia tidak hanya menolak untuk menganggap serius kesempatan diplomasi saat ini, tetapi juga melanjutkan perang yang bertujuan untuk menghancurkan kehidupan normal di Ukraina," ujarnya di media sosial.

Jadi, dalam rentang singkat, dua kapal Turki diserang. Situasinya makin runyam, dan seruan Ankara untuk menghentikan kekerasan di pelabuhan seperti tak digubris. Laut Hitam kembali memanas.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler