Perjanjian Pertahanan Pakistan-Saudi: Mengubah Peta Kekuatan Timur Tengah
Ketegangan di Timur Tengah mencapai level baru dengan diumumkannya Strategic Mutual Defence Agreement (SMDA) antara Pakistan dan Arab Saudi. Perjanjian pertahanan yang ditandatangani 17 September 2025 ini menandai babak baru dalam hubungan kedua negara dan berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan regional. Artikel ini menganalisis dampak SMDA terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan.
Latar Belakang Strategis SMDA Pakistan-Saudi
Perjanjian SMDA menyatakan bahwa agresi terhadap salah satu pihak dianggap sebagai agresi terhadap keduanya. Langkah strategis ini terjadi di tengah memanasnya konflik Israel-Palestina dan memburuknya hubungan Israel-Iran. Secara historis, hubungan Arab Saudi-Pakistan telah terjalin erat sejak 1947, didasari kesamaan identitas keagamaan dan kepentingan strategis.
Arab Saudi dan Visi Kemandirian Pertahanan 2030
Bagi Riyadh, SMDA merupakan bagian integral dari Saudi Arabia's Vision 2030 yang menekankan kemandirian pertahanan. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat dengan mengembangkan kemampuan militer domestik. Kerja sama melalui Pakistan-Saudi Arabia Bilateral Defense Industrial Forum menjadi kerangka institusional untuk mencapai swasembada produksi pertahanan.
Artikel Terkait
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet
Duka dan Tuntutan Ibu di Deli Serdang: Anaknya Tewas di Kapal Korea, Hak Asuransi Masih Mengambang
Bareskram Bongkar Kasus Saham Gorengan, IHSG Anjlok Terimbas
Di Balik Viralnya Lea: Perjuangan Seorang Ibu Melawan Kanker di Rumah Kontrakan Hijau