3. Pangkostrad di Masa Konfrontasi Malaysia
Tahun 1964, Soekarno kembali mempercayakan Soeharto sebagai Pangkostrad dalam operasi Dwikora.
4. Mengendalikan Situasi Pasca G30S/PKI 1965
Soeharto tampil mengambil inisiatif di tengah kekosongan kekuasaan nasional pasca tragedi G30S/PKI.
5. Penerima Supersemar 1966
Pada 11 Maret 1966, Soekarno memberikan Surat Perintah (Supersemar) kepada Soeharto yang menjadi dasar pembubaran PKI dan penertiban pemerintahan.
Kepribadian Khas Soeharto yang Menggerakkan Sejarah
Hendrajit menegaskan bahwa kehadiran Soeharto berulang kali di momen penting bukanlah kebetulan semata. Menurutnya, hal ini menunjukkan kekuatan kepribadian Soeharto yang mampu merespons keadaan genting dengan keberanian dan ketetapan hati.
Seorang pahlawan sejati, lanjut Hendrajit, tidak hanya diukur dari ideologi atau posisi militer, tetapi dari passion dan keteguhan pribadi dalam menghadapi situasi kritis. Karakter inilah yang membuat Soeharto, sama seperti Sukarno, mampu menggerakkan sejarah bangsa Indonesia.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Motor yang Beraksi Puluhan Kali di Makassar dan Gowa
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral