"Korban diketahui sudah dua kali dibantu keluarganya untuk menyelesaikan masalah utang. Tampaknya pada kali ketiga ini, dia sudah merasa tidak sanggup lagi menanggung bebannya," tambah Kurniawan.
Kronologi kesedihan ini terungkap dari keterangan istri korban, DS. AA sebelumnya berpamitan untuk melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Namun, komunikasi antara mereka terputus sejak 23 Oktober. Kekhawatiran DS memuncak ketika ia hanya mendapat balasan pesan singkat dari suaminya yang berisi permintaan maaf dan pesan terakhir. Dalam pesan tersebut, AA mengaku lelah dan meminta istrinya untuk tetap tabah, bahkan sempat berpesan mengenai lokasi pemakamannya di Dusun Linggau.
Kisah sedih ini menjadi peringatan tentang bahaya kecanduan judi online dan pentingnya kesehatan mental. Bagi Anda atau orang terdekat yang mengalami tekanan serupa, segera hubungi layanan konseling atau dukungan psikologis yang tersedia.
Artikel Terkait
TAUD Desak Polisi Ungkap Dalang Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
25 Kilogram Kokain Diamankan di Pesisir Selayar, Diduga Bagian Jaringan Internasional
TASPEN Gelar Mudik Gratis untuk 1.400 Pemudik dengan Asuransi Rp20 Juta
Pemkot Makassar Izinkan Takbiran di Lingkungan, Larang Konvoi dan Petasan