Puji Ariani Tewas Kecelakaan Usai Jemput Anak Sakit: Kisah Pilu Driver Ojol Perempuan

- Minggu, 19 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Puji Ariani Tewas Kecelakaan Usai Jemput Anak Sakit: Kisah Pilu Driver Ojol Perempuan

Kecelakaan Maut di Ungaran, Driver Ojol Puji Ariani Meninggal Dunia

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Ungaran, Sabtu pagi (18/10/2025). Sebuah motor Honda Beat bernopol H 3200 WA terjun ke parit sedalam tiga meter tepat di depan Kantor PLN UPT Semarang.

Kronologi Kecelakaan Ungaran yang Tewaskan Driver Ojol

Motor tersebut dikendarai oleh Puji Ariani (43), driver ojek online asal Bangetayu Kulon, Genuk, Semarang. Saat kejadian, ia sedang membawa anak perempuannya berinisial Z (14) dalam perjalanan pulang dari Magelang. Mereka baru saja menjemput sang anak dari pondok pesantren karena kondisi kesehatan yang menurun.

Penjelasan Polisi Tentang Kecelakaan Tunggal di Ungaran

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, mengonfirmasi kejadian ini sebagai kecelakaan tunggal. "Dugaan awal, kecelakaan yang terjadi di depan Gardu PLN Jawa-Bali adalah kecelakaan tunggal," jelasnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang, Ipda Handriani, menambahkan kesaksian dari korban selamat. "Motor yang dikemudikan ibunya tiba-tiba oleng ke kiri dan masuk parit sedalam kurang lebih tiga meter," ujarnya.

Kondisi Korban Pasca Kecelakaan di Jalan Sudirman Ungaran

Puji Ariani sempat dilarikan ke RSUD dr. Gondosuwarno Ungaran namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah di kepala dan dada. Putrinya, Z, mengalami trauma, hipotermia, dan indikasi patah tulang di tangan kiri.

Perjalanan Terakhir Ibu Penuh Kasih

Sebelum kecelakaan, Puji menempuh perjalanan jauh dari Semarang ke Magelang untuk menjemput anaknya yang sakit. Rencana pulang Jumat malam batal karena hujan deras, memaksa mereka menginap di rumah kerabat. Pagi buta pukul 04.00 WIB, mereka melanjutkan perjalanan dengan harapan sang anak segera mendapat perawatan tepat.

Duka Mendalam di Komunitas Ojol Semarang

Kabar meninggalnya Puji menyebar cepat di kalangan driver ojek online Semarang. Rekan-rekannya berduka dan berdatangan ke RSUD dr. Gondosuwarno Ungaran untuk mengantar jenazah ke rumah duka di Jl. Sumur Adem 3, Bangetayu Kulon.

Ungkapan belasungkawa membanjiri media sosial. Dilla Oktaviie, sesama driver ojol, menulis: "Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga husnul khotimah, Mbak Puji. Ibu hebat yang selalu tersenyum walau lelah di jalan."

Warisan Cinta dan Pengorbanan Seorang Ibu

Puji Ariani dikenang sebagai sosok pekerja keras, sabar, dan dermawan. Ia sering berbagi rezeki dengan sesama driver ojol yang sedang kesulitan. Tragedi ini mengingatkan kita tentang pengorbanan para pejuang keluarga yang bekerja di jalanan setiap hari.

Perjalanan hidup Puji mungkin telah berakhir, namun kisah pengabdiannya sebagai ibu akan terus dikenang oleh semua yang pernah berinteraksi dengannya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar