Gatot Nurmantyo Desak Prabowo Segera Bentuk Komite Reformasi Polri
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera merealisasikan pembentukan Komite Reformasi Polri yang sebelumnya telah diumumkan pemerintah.
Dalam pernyataannya di kanal YouTube Hersubeno Point, Gatot menyatakan kekhawatirannya karena hingga lebih dari sebulan sejak rencana itu disampaikan, komite tersebut belum juga terbentuk. Ia menilai situasi ini semakin mengkhawatirkan karena Polri justru sudah bergerak mendahului dengan membentuk tim transformasi reformasi internal sendiri.
Polri Dinilai Menyalib Kebijakan Presiden
"Bapak Presiden memutuskan segera bentuk Komite Reformasi Polri. Sudah lebih sebulan komite yang ditunggu-tunggu masyarakat belum terbentuk. Anehnya, Polri sudah menyalib kebijakan Presiden dengan membentuk tim transformasi reformasi Polri," ujar Gatot dalam pernyataannya.
Menurut analisis Gatot sebagai mantan aparat, langkah Polri yang membentuk tim sendiri tanpa menunggu komite resmi dari pemerintah justru memperlihatkan bahwa reformasi total di tubuh kepolisian semakin mendesak untuk dilakukan.
Dua Kasus Besar yang Mengguncang Kepercayaan Publik
Gatot mengingatkan kembali dua kasus besar yang sempat mengguncang kepercayaan publik terhadap institusi Polri, yaitu kasus Ferdy Sambo dan kasus Teddy Minahasa. Dalam kasus Sambo, ia menyoroti adanya tindakan pembunuhan ajudan secara sistematis oleh pejabat tinggi Polri disertai upaya obstruction of justice.
Sementara pada kasus Teddy Minahasa, Gatot menyoroti perintah untuk menyisihkan barang bukti narkoba dan menggantinya dengan bahan lain, serta dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam peredaran narkotika.
Polri Disamakan dengan Mafia Berseragam
Gatot dengan tegas menyamakan praktik-praktik yang terjadi di sebagian oknum kepolisian dengan pola organisasi mafia. Ia menjelaskan bahwa mafia merupakan organisasi kriminal yang menggunakan kekerasan, intimidasi, dan korupsi untuk mencapai tujuan.
"Kita tahu kejahatan mafia itu narkoba, pencucian uang, prostitusi, perjudian, pemerasan, dan pembunuhan. Ketika aparat negara menunjukkan pola yang serupa, maka publik wajar menyebutnya mafia berseragam," tegasnya.
Posisi Strategis dan Kekuatan Polri
Gatot juga menyoroti posisi strategis Polri yang memiliki kekuatan luar biasa. Menurutnya, kepolisian saat ini memiliki kewenangan dan persenjataan yang bahkan melebihi TNI di beberapa satuan.
"Brimob saja persenjataannya melebihi infanteri. Ini yang dikhawatirkan. Kepolisian menjadi institusi dengan kekuatan hukum dan senjata yang sangat besar," kata Gatot.
Seruan untuk Segera Bertindak
Menutup pernyataannya, Gatot Nurmantyo menyerukan agar Presiden Prabowo segera membentuk Komite Reformasi Polri tanpa penundaan lebih lama. Ia menegaskan bahwa reformasi Polri adalah amanat moral dan politik yang tidak bisa ditunda.
"Reformasi Polri adalah amanat moral dan politik yang tidak bisa ditunda. Jangan sampai rakyat kehilangan harapan pada institusi yang seharusnya melindungi mereka," pungkas Gatot.
Artikel Terkait
João Félix Cetak Hattrick, Al Nassr Kalahkan Al Shabab 4-2
Kemenag Pastikan Pendidikan 252 Santri Ponpes di Pati Tetap Berlanjut Pasca Penutupan Akibat Kasus Pencabulan
Kapal Kargo Tabrak Perahu Nelayan di Perairan Kalianda, Satu Orang Hilang
Aston Villa Wajib Menang di Kandang demi Balas Defisit atas Nottingham Forest di Semifinal Liga Europa