Mahasiswi UIN Surakarta Tewas Tragis: Sebelum Loncat dari Lantai 5, Dia Sempat Curhat Derita Mentalnya

- Sabtu, 18 Oktober 2025 | 10:40 WIB
Mahasiswi UIN Surakarta Tewas Tragis: Sebelum Loncat dari Lantai 5, Dia Sempat Curhat Derita Mentalnya

Mahasiswi UIN Surakarta Meninggal Diduga Akibat Gangguan Bipolar

Sebuah tragedi menyedihkan terjadi di UIN Raden Mas Said Surakarta. Seorang mahasiswi, inisial X, meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai 5 kampus pada Jumat, 17 Oktober 2025. Insiden ini menyoroti pentingnya kesadaran akan kesehatan mental dan gangguan bipolar.

Curhat Terakhir di Buletin Online

Beberapa hari sebelum kejadian, sebuah buletin online bernama Serambi Kata memuat tulisan yang dikirimkan oleh X. Dalam tulisannya, ia mengungkapkan pergumulannya melawan penyakit mental yang dideritanya, yaitu gangguan bipolar.

X menceritakan kondisinya yang kurang baik dan perjuangannya menghadapi gejolak mental yang sangat kencang. Ia mengaku harus mengonsumsi obat sebanyak enam kapsul setiap hari untuk mengendalikan kondisinya. Dalam tulisan lainnya, ia juga pernah bercerita tentang keinginannya untuk mengakhiri hidup.

Kronologi Kejadian Mahasiswi Melompat

Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di tengah berlangsungnya kegiatan perkuliahan. X diduga melompat dari rooftop lantai lima. Tubuhnya dilaporkan menghantam sebuah mobil sebelum terjatuh di aspal.

Korban sempat masih menunjukkan tanda-tanda bernapas saat pertama kali mendapat pertolongan. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Gangguan Bipolar Diduga Sebagai Penyebab

Kapolsek Kartasura, AKP Tugiyo, mengonfirmasi bahwa kondisi bipolar yang dialami korban diduga menjadi latar belakang tindakan tragis ini. Gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental di mana penderitanya mengalami perubahan suasana hati (mood) yang ekstrem.

Perubahan mood ini dapat berupa fase mania (perasaan terlalu senang atau berenergi tinggi) dan fase depresi (perasaan terlalu sedih atau putus asa). Pada fase-fase tersebut, penderita seringkali tidak dapat memikirkan konsekuensi logis dari tindakan yang mereka lakukan.

Penanganan untuk Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar umumnya memerlukan penanganan yang komprehensif. Pengobatan biasanya melibatkan kombinasi antara obat-obatan untuk menstabilkan mood dan konseling psikologis atau psikoterapi. Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar juga memegang peran yang sangat krusial dalam proses pemulihan penderita.

Kisah tragis ini menjadi pengingat akan pentingnya perhatian serius terhadap isu kesehatan mental di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar