PKS Desak BPK Lakukan Audit Investigatif Proyek Kereta Cepat Whoosh
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS, Mulyanto, menyatakan keprihatinannya atas beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang disebut mencapai sekitar Rp116 triliun. Angka ini dikhawatirkan bisa lebih besar karena belum memasukkan potensi kerugian keuangan negara lainnya.
Mulyanto mengungkapkan bahwa sejak awal, proyek ini telah dikritik karena perhitungan keekonomiannya yang dinilai tidak transparan dan proyeksi pendapatan yang terlalu optimistis. Kenyataannya, setelah beroperasi, kereta cepat Whoosh justru disebut terus menimbulkan kerugian miliaran rupiah setiap bulannya dan membebani keuangan BUMN, khususnya PT KAI dan konsorsium PSBI.
Sebagai langkah konkret, mantan Anggota DPR periode 2019-2024 ini mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melaksanakan audit investigatif atau Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap proyek kereta cepat Whoosh.
Artikel Terkait
Dari Kegelapan Guantanamo, Seorang Sipir Menemukan Cahaya Islam
Di Tengah Gempuran Standar 2026, Menjadi Biasa Saja Justru Sebuah Pemberontakan
Sopir Fortuner Relakan Mobil Ringsek Demi Selamatkan Nyawa di Depok
Target Zero Accident MBG 2026 Terganjal 1.242 Kasus Keracunan di Januari