PKS Desak BPK Lakukan Audit Investigatif Proyek Kereta Cepat Whoosh
Ketua Majelis Pertimbangan Pusat PKS, Mulyanto, menyatakan keprihatinannya atas beban utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh yang disebut mencapai sekitar Rp116 triliun. Angka ini dikhawatirkan bisa lebih besar karena belum memasukkan potensi kerugian keuangan negara lainnya.
Mulyanto mengungkapkan bahwa sejak awal, proyek ini telah dikritik karena perhitungan keekonomiannya yang dinilai tidak transparan dan proyeksi pendapatan yang terlalu optimistis. Kenyataannya, setelah beroperasi, kereta cepat Whoosh justru disebut terus menimbulkan kerugian miliaran rupiah setiap bulannya dan membebani keuangan BUMN, khususnya PT KAI dan konsorsium PSBI.
Sebagai langkah konkret, mantan Anggota DPR periode 2019-2024 ini mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melaksanakan audit investigatif atau Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terhadap proyek kereta cepat Whoosh.
Artikel Terkait
Roy Suryo Tampil Mewah di Polda, Polemik Ijazah Jokowi Kembali Menghangat
Di Tengah Duka, Ibrahim Raih 94 Persen di Ujian SMA Gaza
Kapal Rumah Sakit Nusa Waluya II: Jawaban Bagi Ribuan Warga Terpencil Raja Ampat
Tes Kemampuan Akademik 2026: Bukan Penentu Kelulusan, tapi Peta Mutu Pendidikan