"Kami mendorong proses hukum. Karena permintaan maaf dari Trans7 dinilai tidak cukup untuk mengobati kekecewaan mendalam yang dirasakan oleh kiai dan santri," ungkapnya.
Lebih lanjut, sebagai Pengurus PW GP Ansor Jawa Timur, Ra Huda juga mendesak Komisi I DPR RI untuk segera memanggil Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ia meminta agar dilakukan peninjauan ulang terhadap seluruh konten penyiaran Trans7 untuk mencegah terulangnya pelanggaran serupa.
Akar Masalah dan Reaksi Masyarakat
Pemicu kontroversi ini adalah sebuah segmen dalam program Xpose Trans7 yang menayangkan video para santri dan jamaah sedang menyalami seorang kiai. Narasi yang menyertai gambar dinilai sangat tidak pantas, karena menyebut bahwa santri rela "ngesot" demi menyalami dan memberikan amplop kepada kiai. Narator dalam tayangan itu bahkan berkomentar bahwa kiai yang sudah kaya seharusnya yang memberi amplop kepada santri.
Cuplikan tayangan tersebut langsung memicu gelombang kecaman di media sosial. Banyak netizen yang merasa tersinggung dan menyerukan aksi boikot terhadap stasiun televisi Trans7.
Artikel Terkait
Khalil dan Appank Juara Liga Ramadan Domino IKA Unhas 2026
Ratusan Pemudik Menginap di Pelabuhan Samarinda Demi Tak Ketinggalan Kapal
Real Madrid Hajar Elche 4-1, Kokoh di Puncak Klasemen La Liga
Gempa Magnitudo 4.1 Guncang Sukabumi Dini Hari