Di Pendopo Garut yang ramai, Ahad lalu, suasana berbeda terasa. Rumah Amal Salman baru saja menggelar acara bertajuk "Inspirational Talk Green Ramadhan". Intinya sederhana: mengajak anak muda Garut untuk membuka mata terhadap isu lingkungan. Bukan sekadar teori, tapi bagaimana aksi kecil mereka bisa menyelamatkan masa depan bumi dari kerusakan yang kian nyata.
Zidan Rafsanjani Zein, panitia penyelenggara, menjelaskan semangat di balik acara itu. Menurutnya, momen Ramadhan ini jadi waktu yang tepat untuk 'reset' pola pikir.
Ini bukan kegiatan satu-satunya. Sejak lama, Rumah Amal Salman punya agenda rutin untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan pemuda Garut. Caranya? Dengan hal-hal yang sangat aplikatif. Misalnya, bagaimana mengelola sampah dengan benar dan berusaha mengurangi produksinya sejak dari sumber.
Zidan menekankan, sampah yang tak dikelola akan berujung pada dampak buruk. Karena itulah, organisasinya juga menjalankan Program Bank Sampah. Program ini bahkan membuka kesempatan bagi warga untuk bersedekah sampah. Nantinya, sampah-sampah itu diolah agar punya nilai manfaat, tidak sekadar menumpuk di tempat pembuangan akhir.
Gaya hidup minimalis juga digaungkan. Acara itu mendorong anak muda untuk hidup lebih sederhana. Misalnya, dengan tidak boros membeli pakaian yang akhirnya hanya jadi limbah. Menggunakan kembali barang lama adalah salah satu solusi konkret.
Artikel Terkait
Longsor Brebes Putus Jalan dan Robohkan Sekolah, Pemerintah Provinsi Turun Tangan
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026
Lebih dari 3.000 Huntara di Aceh Timur Sudah Dihuni, Pembangunan Sisanya Dikebut
Oknum Anggota DPRD Kota Serang Dilaporkan Lakukan Pelecehan Seksual di Pandeglang