Mensos Gus Ipul Peringatkan Maraknya Hoaks Bansos, Tegaskan Bantuan Tidak Dikurangi

- Sabtu, 25 April 2026 | 20:30 WIB
Mensos Gus Ipul Peringatkan Maraknya Hoaks Bansos, Tegaskan Bantuan Tidak Dikurangi

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengeluarkan peringatan keras. Belakangan, kata dia, narasi hoaks dan informasi sesat soal bantuan sosial (bansos) makin marak. Masyarakat diminta lebih waspada.

Gus Ipul menegaskan, bansos tidak dikurangi. Baik dari sisi jumlah penerima maupun nominal yang menjadi hak masyarakat. Semua tetap, tidak ada perubahan.

Namun begitu, di media sosial, banyak beredar kabar yang justru sebaliknya. Ada yang bilang bantuan dipotong. Ada juga yang menyebut anggaran bansos dialihkan ke program lain. Bahkan, muncul berbagai cara tidak resmi yang diklaim bisa membantu orang mendapat bansos. Padahal, semua itu tidak benar.

Menurut Gus Ipul, informasi-informasi semacam itu sudah masuk kategori menyesatkan. Bahkan bisa disebut penipuan.

"Banyak berita hoaks di medsos. Menyesatkan masyarakat," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

"Bisa masuk katagori penipuan. Kemensos akan terus menyisir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum," sambungnya.

Di sisi lain, Gus Ipul juga menegaskan bahwa pemerintah sama sekali tidak mengurangi bansos untuk dialihkan ke program lain. Bantuan, kata dia, tetap disalurkan sesuai ketentuan. Hanya kepada mereka yang berhak.

"Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat," ujar Gus Ipul.

"Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain," tegasnya lagi.

Tak hanya soal hoaks, Gus Ipul juga mengingatkan soal akun-akun medsos yang mengatasnamakan Kemensos. Atau pihak tertentu yang menjanjikan bantuan dengan syarat ini-itu. Masyarakat diminta tidak mudah percaya.

Dia punya saran sederhana: setiap kali menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya. Apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas.

"Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas," kata Gus Ipul.

Informasi resmi, menurut dia, bisa diakses lewat kanal resmi Kemensos. Atau menghubungi call center di nomor 021 171. Ada juga WhatsApp resmi di 08877 171 171. Di sana, masyarakat bisa menanyakan soal bansos, Sekolah Rakyat, atau program lainnya.

"Silakan cek di kanal resmi Kementerian Sosial atau hubungi call center. Kalau ada informasi yang berpotensi hoaks, laporkan," ujar Gus Ipul.

"Kalau ada yang ingin ditanyakan soal bansos, Sekolah Rakyat, atau program Kemensos lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kanal resmi," sambungnya.

Gus Ipul menambahkan, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci. Agar bansos benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang cuma mau ambil untung.

"Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu," kata Gus Ipul.

"Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya," pungkasnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar