HKBP Nyatakan Ceramah Jusuf Kalla di UGM Tidak Ada Unsur Penistaan Agama

- Sabtu, 25 April 2026 | 22:15 WIB
HKBP Nyatakan Ceramah Jusuf Kalla di UGM Tidak Ada Unsur Penistaan Agama

JAKARTA Suasana sore di kediaman Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla, terasa sedikit berbeda. Bukan karena tamu biasa yang datang, melainkan jajaran Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang sowan langsung. Ada satu topik hangat yang mengemuka dalam pertemuan itu: potongan video ceramah JK yang ramai diperbincangkan. Sebagian pihak menilai isinya menistakan agama.

Usai pertemuan, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tambunan angkat bicara. Dengan nada tenang, ia menegaskan bahwa ceramah JK di Universitas Gadjah Mada (UGM) tidak mengandung unsur penistaan agama sama sekali.

"Salah satu hal dari percakapan kami, tentu kita semua tahu baru-baru ini diperbincangkan tentang ceramah beliau yang di UGM. Dan saya sampaikan ke beliau bahwa sebelum-sebelumnya juga saya sudah mendengar secara utuh keseluruhan," ujar Victor di kediaman JK, Jakarta Selatan.

Ia melanjutkan, "Dan saya memahami tidak ada unsur penistaan agama Kristen di dalamnya."

Di sisi lain, Victor juga mengimbau seluruh warga HKBP untuk tidak mudah terprovokasi. Potongan video yang beredar, menurutnya, bisa menyesatkan jika tidak dilihat secara utuh.

"HKBP untuk tidak terprovokasi. Jadi saya sampaikan ke beliau bahwa itu (imbauan) saya sudah lakukan sebelum-sebelumnya," tambahnya.

Namun begitu, pertemuan itu tidak cuma soal klarifikasi. Victor juga menyoroti peran JK yang sudah malang melintang dalam menangani konflik di Indonesia. Menurutnya, pengalaman JK bukanlah sesuatu yang bisa dianggap remeh.

"Sudah kita saksikan sendiri bagaimana track record beliau dalam hal menangani konflik ya. Kita sangat apresiasi misalkan konflik Ambon, Poso, Aceh dulu, beliau sudah teruji dan tentu kita mengapresiasi apa yang beliau lakukan," ucap Victor.

Ada semacam ritme dalam pembicaraan mereka. Dari satu topik ke topik lain, Victor menyebut bahwa diskusi juga merambah ke upaya menjaga kerukunan antar-umat beragama di Indonesia. Sebuah topik yang, menurutnya, selalu relevan.

Pertemuan itu berlangsung hangat. Tidak ada ketegangan, tidak ada saling tuduh. Hanya obrolan santai antara dua tokoh yang sama-sama punya kepedulian terhadap bangsa ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar