Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kolaborasi di kawasan Dadahup fokus pada efisiensi sistem irigasi untuk dorong produktivitas.
Kementerian Pertanian atau biasa disebut Kementan kini menggandeng Pemerintah Australia. Tujuannya? Memperkuat sistem irigasi di lahan rawa, khususnya yang ada di Kalimantan Tengah. Langkah ini bukan iseng. Ini strategi. Mereka ingin memacu produktivitas padi dan, pada saat yang sama, memperkokoh ketahanan pangan nasional.
Wujud kerja samanya seperti apa? Begini. Para tenaga ahli dari Australia baru saja melakukan kunjungan lapangan. Mereka menyambangi kawasan cetak sawah di Dadahup dan Anjir. Dua wilayah ini, seperti kita tahu, jadi titik fokus pemerintah dalam pengembangan lahan rawa produktif skala besar.
Andrew O’Sullivan, Penasihat Pertanian Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, bilang bahwa kunjungan ini adalah tindak lanjut langsung. Katanya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman punya perhatian besar terhadap pengelolaan air di sektor pertanian. Dan Australia merespons itu.
“Kami melihat ketertarikan besar dari Menteri Amran dalam memperdalam pengelolaan air, khususnya di Kalimantan. Karena itu, kami membawa para ahli untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” ujar Andrew dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Dalam kunjungan itu, dua pakar irigasi Australia George Warne dan Emily Davies turun langsung. Mereka tidak sekadar meninjau. Mereka juga berdialog dengan pemangku kepentingan setempat. Obrolannya panjang, teknis, dan mendalam.
Meski begitu, mereka tetap memberi catatan. Pemerintah Indonesia memang sudah bekerja keras mengelola lahan rawa. Tapi, menurut mereka, masih ada yang bisa diperkuat. Terutama soal efisiensi dan adaptasi sistem irigasi.
“Banyak yang sudah berjalan baik, tetapi ada beberapa aspek yang bisa diperkuat, terutama dalam hal efisiensi dan adaptasi sistem irigasi. Perbaikan ini akan berdampak signifikan pada peningkatan produktivitas,” jelas Andrew.
Rekomendasi Teknis Irigasi Tersier
Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan, Dhani Gartina, menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, masukan dari para ahli Australia itu sangat berharga. Bukan sekadar basa-basi diplomatik, tapi benar-benar bisa memperkaya rekomendasi tata kelola air di lahan rawa.
“Melalui kunjungan ini, kami memperoleh alternatif rekomendasi tata kelola irigasi, khususnya untuk pengembangan sistem irigasi tersier. Tujuannya agar produksi dan produktivitas padi di lahan rawa meningkat secara optimal,” kata Dhani.
Ia menambahkan, proyek ini melibatkan sinergi lintas sektor. Mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga pemerintah daerah. Kolaborasi ini, katanya, krusial. Soalnya, pengelolaan air harus berjalan terpadu dari hulu sampai ke hilir.
Sejalan dengan Arahan Presiden
Di tempat terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan sesuatu. Katanya, ketersediaan air melalui irigasi yang mumpuni adalah kunci utama keberhasilan produksi pangan. Ia menyebut upaya modernisasi irigasi di lahan rawa ini sebagai bagian dari visi besar pemerintah. Bukan sekadar proyek jangka pendek.
“Langkah pemerintah pada sektor irigasi dan lahan saat ini sudah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan kemandirian pangan nasional,” tegas Amran.
Dengan dukungan keahlian dari Australia, pemerintah optimis. Lahan rawa di Kalimantan Tengah, kata mereka, bisa menjadi tumpuan baru. Lumbung pangan Indonesia di masa depan. Mungkin. Kita lihat saja nanti.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Halalbihalal Perantau Sumbagsel di Palembang Jadi Ajang Percepatan Pembangunan Kawasan
PKS Dukung Usulan KPK soal Pembatasan Jabatan Ketua Umum Partai Dua Periode
Kapal Tanker Minyak Dibajak di Lepas Pantai Somalia, Ancaman Pembajakan Maritim Meningkat
Sendang Sreto di Lamongan: Dari Sendang Irigasi Kini Jadi Wisata Desa Andalan yang Dongkrak PAD