Isu mengejutkan beredar di media sosial hari Minggu (15/3/2026), mengklaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas. Kabar itu menyebut Netanyahu menjadi korban serangan Iran. Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh kantornya.
Menjawab permintaan konfirmasi, kantor Netanyahu dengan tegas menyatakan informasi itu sebagai berita palsu. "Ini adalah berita palsu. Perdana Menteri baik-baik saja," begitu bunyi pernyataan singkat yang diberikan kepada Anadolu Agency.
Munculnya rumor ini tentu bukan tanpa sebab. Latar belakangnya adalah ketegangan regional yang memuncak belakangan ini. Semuanya berawal dari serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada akhir Februari lalu, tepatnya tanggal 28. Serangan dahsyat itu dikabarkan menewaskan lebih dari 1.200 orang.
Artikel Terkait
Polisi Dugaan Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Lebih dari Dua Orang
Negara-Negara Arab Teluk Rugi Rp256 Triliun Akibat Penutupan Selat Hormuz
Lebaran 2026: 459.570 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Puncak Arus Mudik Masih Menanti
Michael Bloomberg Kembali Jadi Filantrop AS Terbesar dengan Sumbangan Rp72 Triliun