Pertemuan Jokowi-Prabowo dan Isu Pemertahanan Kapolri Listyo Sigit
Mantan Anggota Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf (purn) Sri Radjasa Chandra, meyakini bahwa salah satu agenda tersembunyi dalam pertemuan antara mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prabowo Subianto adalah permintaan untuk mempertahankan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Menurut analisis Radjasa, langkah ini merupakan bagian dari upaya Jokowi untuk mengamankan "pintu terakhir"-nya di tengah berbagai tekanan hukum, termasuk kasus dugaan ijazah palsu yang melibatkannya.
“Jadi (agenda) yang kedua, faktor Sigit, agar diberi kesempatan untuk tetap memimpin. Hal yang mendesak, tekanan terhadap Sigit, yang merupakan ‘pintu terakhir’ buat Jokowi,” ujar Radjasa dalam podcast kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP.
Kekecewaan Prabowo dan Peluang Pergantian Kapolri
Di sisi lain, Radjasa juga melihat adanya peluang pergantian pucuk pimpinan Polri, meski tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Hal ini dikarenakan Presiden Prabowo disebut menyimpan kekecewaan terhadap kepemimpinan Sigit, terutama dalam menangani aksi kerusuhan yang terjadi.
“Jelas ada semacam kekecewaan dari Prabowo terhadap kepemimpinan Sigit. Terutama pada saat aksi kerusuhan kemarin,” kata dia.
Artikel Terkait
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar