“Walaupun Kevin lagi berduka karena ayahnya meninggal, namun dia tetap bisa menjalankan tugasnya sebagai komandan Paskibra,” ujar Ronald.
Sebelum meninggal dunia, Ramot Silaban sempat mendoakan anaknya agar lulus seleksi Paskibra dan bisa bertugas di HUT ke-80 RI. Doa itu menjadi kenyataan, meski takdir berkata lain.
Bagi Kevin, ayahnya bukan hanya orang tua, tetapi juga sosok pelatih dan motivator dalam hidupnya. Namun, penyakit jantung yang diderita Ramot tak bisa lagi ditahan. Diduga dia meninggal setelah menghirup uap bahan bakar minyak dari jerigen, yang membuat jantungnya melemah.
Usai kabar duka tersebar, masyarakat Desa Siponjot berdatangan ke rumah Kevin untuk ikut berbela sungkawa. Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga Silaban.
Kevin sendiri ditemani oleh rekan-rekan Paskibra, Camat Lintong Nihuta, kepala desa, hingga pelatih Paskibra dari Danramil 07 Lintong Nihuta. Kehadiran mereka menjadi penguat di tengah kesedihan mendalam yang dirasakan Kevin
Sumber: inews
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Ungkap Kerugian Negara Rp4 Triliun dari Pajak Perusahaan China
Minneapolis Bergolak Lagi, Korban Tewas dan Narasi yang Bertolak Belakang
Muhammadiyah Anggap Kritik Pandji sebagai Cermin Diri
Mayat Tanpa Kepala Ditemukan Warga di Aliran Sungai Sukabumi