Abdul Wahid Ungkap Rekaman KPK Beredar ke Wakilnya, SF Hariyanto Diduga Ancam

- Jumat, 03 Juli 2026 | 06:00 WIB
Abdul Wahid Ungkap Rekaman KPK Beredar ke Wakilnya, SF Hariyanto Diduga Ancam

Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid kembali mengungkap dugaan ancaman yang diterimanya dari wakilnya saat itu, SF Hariyanto. Hal itu disampaikan Abdul Wahid saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi modus pemerasan anggaran Dinas PUPR-PKPP Riau di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/7/2026).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Abdul Wahid menceritakan kronologi dugaan ancaman tersebut. Abdul Wahid mengungkap, peristiwa terjadi pada suatu malam di Bulan Ramadan 2025. Saat itu, SF Hariyanto menghubunginya dan menyatakan ingin bertemu.

"Saya bilang, saya saja yang ke rumah bapak. Nanti setelah safari Ramadan saya ke rumah bapak. Setelah itu saya datang ke beliau, saya bawa Dani, Tata, Rafi," ucap Abdul Wahid.

Begitu tiba di kediaman SF Hariyanto, Abdul Wahid mengaku langsung diperlihatkan rekaman ketika dirinya diperiksa oleh penyidik KPK. "Beliau (SF Hariyanto) langsung menunjukkan rekaman ketika itu saya sudah diperiksa Pak Christian dan Muslim. Rekamannya persis ketika saya diperdengarkan rekaman (telepon), ketika saya diperiksa. Rekaman penyidikan KPK, kasus PON 2012," sebut Wahid.

Abdul Wahid mengaku terkejut mengetahui rekaman penyidikan KPK bisa sampai ke tangan SF Hariyanto. "Dia (SF Hariyanto) bilang Pak Wahid hati-hati, saya punya rekaman Pak Wahid, saya ini orangnya pikirannya kotor, dan orang saya ada di mana-mana. Kalau Pak Wahid tidak menurut saya, ingat Pak Wahid, tangan saya ada di mana-mana," papar Wahid menirukan perkataan SF Hariyanto.

Menanggapi hal itu, Wahid mengaku sempat menyampaikan terima kasih dan balik menantang SF. "Saya bilang oh iya terima kasih pak, saya tantang bapak saya bilang, saya tidak takut sedikit pun. Saya pergi, tiba-tiba dia langsung memeluk saya, jangan lah. Saya bilang saya tidak mau, saya keluar, hanya sebatas itu," tutur Wahid.

Usai kejadian itu, Abdul Wahid mengaku tak pernah lagi berkomunikasi dengan SF secara pribadi. Namun, SF Hariyanto bersama istrinya datang ke rumah Abdul Wahid saat momen Hari Raya Idul Fitri dan menyampaikan permohonan maaf. "Saat Lebaran dia datang ke rumah saya, minta maaf sama istrinya, itu yang kedua kalinya dia datang minta maaf," ulas Wahid.

Pria yang pernah menjabat anggota DPR RI ini mengaku sempat melaporkan peristiwa pengancaman itu ke Ustaz Abdul Somad (UAS). "Saya laporkan ke UAS, situasi saya seperti ini, saya diancam, namun saya tidak takut sedikit pun apa yang diancam beliau (SF Hariyanto). Namun sesuai prinsip saya, saya tidak akan mempertahankan jabatan kalau saya harus berkelahi dengan teman," jelasnya.

"Jabatan bukanlah sesuatu yang perlu dipertahankan, saya punya keinginan lebih baik berteman dan bersahabat ketimbang mempertahankan jabatan," tambah Wahid.

Oleh karenanya, Abdul Wahid mengaku sempat memohon kepada UAS untuk mengundurkan diri sebagai Gubernur Riau. Bahkan, ia mengaku sudah mengantongi surat pengunduran diri untuk disampaikan ke Presiden. "Beliau (UAS) marah ke saya, beliau bilang saya mendukung Gubernur Riau bukan karena SF tapi karena Pak Wahid, oleh karena itu saya minta Pak Wahid bertahan," beber Wahid.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags