Kelangkaan BBM Lumpuhkan Bangkalan, Puluhan SPBU Tutup dan Antrean Mengular hingga Berjam-jam

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:50 WIB
Kelangkaan BBM Lumpuhkan Bangkalan, Puluhan SPBU Tutup dan Antrean Mengular hingga Berjam-jam

Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melumpuhkan sebagian besar wilayah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di tingkat kecamatan terpaksa tutup total karena kehabisan pasokan, memicu antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang mengular panjang di pusat kota. Kondisi ini diperparah dengan kebijakan pembatasan nominal pembelian bagi kendaraan roda empat, termasuk truk yang memburu biosolar.

Pantauan di lapangan menunjukkan kemacetan parah terjadi di jalur-jalur utama menuju SPBU. Titik terparah terlihat di SPBU Junok, Bangkalan. Ratusan kendaraan yang meluber ke badan jalan membuat arus lalu lintas dari arah berlawanan ikut lumpuh total. Untuk mencegah kemacetan yang lebih luas, aparat kepolisian setempat turun tangan mengurai kendaraan. Petugas terpaksa menghentikan sementara antrean masuk SPBU secara berkala agar ekor antrean tidak terus memanjang.

Di SPBU yang berada di tengah kota Bangkalan, antrean kendaraan roda empat dilaporkan mengular panjang hingga ke depan Stadion Gelora sisi utara. Para pengendara yang mengantre sebagian besar merupakan warga lintas kecamatan, mulai dari Kecamatan Tragah hingga Kecamatan Sepulu. Mereka terpaksa menempuh perjalanan jauh ke pusat kota karena pasokan BBM di wilayah mereka kosong sejak beberapa hari lalu. Rata-rata, mereka harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk mendapatkan giliran pengisian.

"Saya cari ke SPBU Alang-alang habis, di Kamal habis, di Keleyan juga habis. Pas ke SPBU Junok macet total dan di-stop sama polisi, akhirnya terpaksa ikut antre ke kota ini. BBM langka kurang lebih sudah seminggu sampai sepuluh harian ini," ujar Ardi, seorang pengemudi mobil, Jumat (26/6/2026).

Krisis ini kian menyulitkan para sopir kendaraan logistik. Selain ketersediaan BBM jenis Pertalite dan Solar yang langka memaksa warga beralih ke Pertamax pihak SPBU juga memberlakukan pembatasan kuota pembelian harian. Kendaraan roda empat dan truk logistik dibatasi hanya boleh mengisi BBM maksimal senilai Rp300.000 per kendaraan. Pembatasan ini membuat para sopir truk tidak dapat mengisi tangki bahan bakar secara penuh, sehingga mengancam kelancaran distribusi barang di Pulau Madura.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags