Empat orang calon manajer Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Mereka adalah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertahanan RI. Peristiwa ini memicu pertanyaan publik mengenai prosedur keselamatan dalam pelatihan tersebut.
Korban pertama, Anisa Muyassaroh, menjalani pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan. Tim medis menyatakan ia meninggal akibat heat stroke atau serangan panas. Korban kedua, Yonanda Muhammad Taufiq, mengikuti pelatihan di Satdik Puslatpur Kodikladat Baturaja. Kondisi fisiknya menurun drastis dan ia dinyatakan meninggal karena henti jantung.
Dua korban lainnya meninggal setelah mendapat perawatan intensif. Novia Rahmadhani Sihotang, yang mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta, meninggal dunia akibat kondisi medis yang berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB). Sementara itu, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan sempat mengeluhkan sesak napas sebelum dilarikan ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Ia meninggal setelah menjalani perawatan di ruang ICU.
Kementerian Pertahanan belum merilis pernyataan resmi yang merinci langkah investigasi atau evaluasi atas insiden ini. Publik, khususnya di media sosial, menyoroti kerasnya rangkaian latihan dan mempertanyakan kesiapan panitia dalam mengantisipasi kondisi darurat medis para peserta.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Tiga Perusahaan Cangkang Pendanaan Aplikasi Hot 51, Raup Rp 262 Miliar dari Judi dan Pornografi
Empat Peserta Pelatihan Manajer Koperasi Tewas Usai Latihan Militer, Publik Pertanyakan Akuntabilitas
Unhas dan Iran Jajaki Kerja Sama Riset Drone, Kecerdasan Buatan, dan Alat Kesehatan
Polisi Tetapkan Direksi dan Dua Perusahaan Pembayaran sebagai Tersangka Kasus Judi Online Hot 51, Uang Haram Capai Rp559,8 Miliar