Paduan Suara Sulsel Guncang Aula Unipa Manokwari, Raih Standing Ovation di Pesparawi Nasional 2026

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:00 WIB
Paduan Suara Sulsel Guncang Aula Unipa Manokwari, Raih Standing Ovation di Pesparawi Nasional 2026

Penampilan Paduan Suara Sulawesi Selatan pada ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Jumat (26/6/2026) malam, berhasil mengguncang Aula Utama Universitas Papua (Unipa). Membawakan tiga lagu dengan karakter yang berbeda, delegasi dari Toraja Utara itu memicu standing ovation dan pekikan “Ewako” dari ratusan pendukung yang memadati tribun. Penampilan di kategori Paduan Suara Dewasa Campuran (PSDC) ini langsung menempatkan Sulsel sebagai salah satu kontestan yang patut diperhitungkan.

Tampil dengan nomor undian 28, tim yang diperkuat 37 penyanyi beserta konduktor itu langsung mencuri perhatian sejak pertama kali melangkah ke panggung. Seragam merah yang dipadukan dengan tenunan bermotif ukiran khas Toraja berwarna kuning emas memberi kesan megah sekaligus menegaskan identitas kultural yang mereka bawa. Di hadapan panel juri yang berisi nama-nama besar musik gerejawi Wenny Pantouw, Ken Steven, Karel M. Siahaya, Agastya R Listia, dan Wahono Hadi mereka tampil solid sejak awal hingga akhir.

Di bawah arahan dirigen Hartugus Sandalinggi dan Junita Eunike Lebang, harmonisasi empat suara terdengar rapat, jernih, dan dinamis. Penguasaan panggung tampil kuat lewat koreografi tubuh yang sinkron dan ekspresif. Penampilan yang berdurasi sekitar 12 hingga 15 menit itu diawali dengan lagu wajib “Pujian Setiap Waktu” karya Rangga Aristo Kulas yang dibawakan dalam nuansa khidmat. Setelah itu, lagu pilihan terikat “MemujiMu Pada S’gala Waktuku” gubahan Ondi Yohan Tambunan dinyanyikan dengan tekanan emosi yang kuat.

Sebagai penutup, tim Sulsel menyuguhkan “Jubilate Deo” karya Dan Forrest. Lagu bebas itu menjadi klimaks penampilan dan membawa suasana aula memuncak. Begitu nada terakhir berakhir, tepuk tangan panjang langsung bergema, disusul standing ovation dari penonton. Pekikan “Sulsel Ewako” terdengar bersahut-sahutan di dalam aula, menciptakan suasana haru sekaligus bangga bagi masyarakat diaspora Sulawesi Selatan yang hadir di Papua Barat. Bagi mereka, penampilan tersebut bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menjadi simbol identitas dan pengobat rindu kampung halaman.

Ketua LPPD Provinsi Sulsel, Pdt. Adrie Oktovianus Massie, S.Th, bersama Ketua Kontingen Sulsel, Albert CB, SS, turut menyambut hasil penampilan itu dengan penuh optimisme. Keduanya meyakini kontingen Sulsel memiliki peluang besar meraih nilai tertinggi di kategori PSDC, termasuk medali emas dan gelar juara.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags