Hujan Deras Picu Luapan Sungai Jeneberang, Dua Truk Pengangkut Pasir Terseret Arus di Gowa

- Jumat, 22 Mei 2026 | 10:00 WIB
Hujan Deras Picu Luapan Sungai Jeneberang, Dua Truk Pengangkut Pasir Terseret Arus di Gowa

Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Jeneberang menyebabkan arus sungai meluap dan menyeret dua truk pengangkut pasir di area penambangan Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Rabu sore (20/5/2026). Peristiwa itu terjadi di Dusun Bontojai, Desa Borisallo, dan terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial, memicu perhatian luas warga.

Informasi mengenai insiden ini pertama kali diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa sekitar pukul 17.00 Wita. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat dusun, dan pemerintah desa segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemantauan serta evakuasi. Proses penanganan dilakukan secara bertahap hingga malam hari guna memastikan kondisi di sekitar sungai benar-benar aman.

Kepala BPBD Gowa, Wahyuddin, menjelaskan bahwa derasnya aliran sungai dipicu oleh peningkatan debit air secara mendadak. “Curah hujan tinggi di wilayah dataran tinggi menyebabkan volume air Sungai Jeneberang meningkat secara signifikan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Dari dua kendaraan yang terdampak, satu unit truk berhasil diselamatkan lebih awal karena mesin kendaraan masih dalam kondisi hidup. Sopir truk tersebut disebut sempat mengarahkan kendaraannya ke tepian sungai sebelum arus semakin kuat. Sementara itu, satu truk lainnya tidak sempat dievakuasi dan terseret arus. “Sekarang sudah aman (kedua truk sudah dievakuasi),” tambah Wahyuddin.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menjadi peringatan serius bagi aktivitas pertambangan di sekitar aliran sungai. Cuaca ekstrem yang kerap melanda kawasan hulu dinilai dapat memicu situasi serupa jika tidak diantisipasi dengan langkah mitigasi yang lebih ketat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar