Hati-hati, ada kabar palsu yang lagi rame beredar. Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker baru-baru ini angkat bicara, memperingatkan publik soal maraknya hoaks seputar program Bantuan Subsidi Upah untuk tahun 2026. Informasi menyesatkan ini bertebaran di mana-mana, dari media sosial sampai pesan berantai di grup percakapan, bahkan sempat masuk ke beberapa pemberitaan.
Pemicunya sederhana: banyak unggahan yang seenaknya mencatut nama BSU 2026. Yang bikin resah, unggahan-unggahan itu seringnya menyelipkan tautan pendaftaran. Tautan yang jelas-jelas tidak resmi. Menurut Kemnaker, situasi ini gak cuma bikin bingung, tapi juga membuka pintu lebar-lebar buat aksi penipuan.
Kepala Biro Humas Kemnaker, Faried Abdurrahman Nur Yuliono, menegaskan hal ini lewat keterangan resminya pada Rabu, 7 Januari.
"Kami minta masyarakat jangan gampang percaya hoaks tentang BSU. Apalagi yang ngajak daftar lewat link aneh-aneh. Soalnya, program BSU itu gak perlu pendaftaran mandiri dari penerima," jelas Faried.
Dia menambahkan, "Untuk informasi yang sah cuma ada di satu tempat: laman bsu.kemnaker.go.id dan akun media sosial resmi Kementerian kami. Di situlah kami akan sampaikan segala sesuatu."
Artikel Terkait
Analis HSBC Proyeksikan Emas Tembus USD 5.000 pada Awal 2026
Dari Teras Rumah Hingga Naik Kelas: Kisah AO PNM yang Mengubah Rasa Takut Jadi Kepercayaan
OJK Pacu Digitalisasi BPR dengan Aturan Baru, Perlindungan Nasabah Jadi Prioritas
IHSG Gagal Pertahankan 9.000, Saham Tambang Jadi Penghambat