Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan rencana pengiriman 5.000 personel tentara ke Polandia. Pernyataan tersebut muncul di tengah ketidakjelasan nasib pengerahan pasukan AS sebelumnya yang sempat disebut batal, serta tekanan berkelanjutan Washington kepada negara-negara Eropa untuk meningkatkan kemandirian di bidang pertahanan.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Kamis (21/5) waktu setempat, Trump menyatakan keputusan itu didasari oleh hubungan personalnya dengan Presiden Polandia, Karol Nawrocki. Trump menyebut Nawrocki sebagai sekutu nasionalis yang ia dukung penuh dalam pemilihan umum tahun lalu. “Saya senang mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan mengirimkan tambahan 5.000 tentara ke Polandia,” tulisnya, seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (22/5/2026).
Meski demikian, Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai jadwal atau lokasi penempatan pasukan tambahan tersebut. Namun, pernyataan itu diduga merujuk pada rencana pengerahan ribuan tentara AS ke Polandia yang statusnya masih menggantung dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, sejumlah pejabat AS mengungkapkan bahwa rencana pengiriman 4.000 personel militer ke Polandia telah dibatalkan. Langkah itu menjadi bagian dari strategi pemerintahan Trump untuk mengurangi jumlah pasukan di luar negeri sekaligus memberikan tekanan kepada sekutu NATO yang dinilai kurang berkontribusi dalam konflik melawan Iran.
Sementara itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, pada Selasa lalu memberikan pernyataan yang sedikit berbeda. Ia mengatakan bahwa pengerahan 4.000 tentara tersebut hanya ditunda, bukan dibatalkan. Vance menambahkan bahwa Trump belum mengambil “keputusan akhir” terkait pengiriman pasukan ke Polandia, sehingga masih ada kemungkinan perubahan di masa mendatang.
Artikel Terkait
Menteri Agama Resmikan MAN Insan Cendekia Serpong sebagai Madrasah Pertama Berkurikulum Internasional IB
13 Juru Parkir Liar di Blok M Terjaring Operasi Penertiban Pemprov DKI
Sule Bantah Tuduhan Lempar Naskah ke Kru Acara TV, Ungkap Fakta Tahun Bergabung
Banten Pastikan Tak Andalkan APBN Penuh untuk Venue PON 2032, Target Rampung 2030