Jakarta – Asap tebal tiba-tiba mengepul dari kompleks Kementerian Dalam Negeri di Pasar Minggu, Senin (20/4) siang. Rupanya, kebakaran terjadi di Gedung Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa. Suasana yang biasanya tenang langsung berubah jadi riuh rendah.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, titik awal api diduga berasal dari tumpukan barang rongsokan di luar gedung. Meja, kursi, sampai komputer bekas yang menumpuk di sana disebut-sebut jadi pemicu pertama kobaran api.
Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Beni Irawan, membenarkan hal itu.
“Api awalnya kelihatan di tempat tumpukan barang-barang bekas pakai, lama-lama membesar dan mengakibatkan kebakaran,” jelas Beni.
Dari titik itu, si jago merah dengan cepat merambat. Bagian belakang gedung tak luput dari lahapannya, bahkan kaca jendela di lantai empat sampai pecah berantakan. Yang cukup mencemaskan, api sempat menjalar ke ruang server dekat poliklinik. Untungnya, kerusakan yang lebih parah bisa dicegah.
Kepanikan pun tak terhindarkan. Para pegawai berhamburan keluar, menyelamatkan diri dari kepungan asap yang semakin pekat. Seorang warga di sekitar lokasi, Muhammad Sahri, menceritakan ia sempat mencium bau aneh sebelum kejadian.
“Saya teriak sekuat-kuatnya… ‘Itu siapa yang bakar ban? Matiin!’ terus kata dia, ‘Enggak ada Pak, ini kebakaran !’ Wah langsung tuh saya panik,” kenang Sahri.
Korban Luka dan Upaya Pemadaman
Walau berhasil dikendalikan dengan relatif cepat, insiden ini tetap menimbulkan korban. Beberapa pegawai mengalami luka ringan, seperti lecet atau sesak napas karena menghirup asap. Bahkan, satu petugas pemadam juga ikut terluka saat bertugas.
Asril Rizal, Kepala Sudin Penanggulangan Kebakaran Jakarta Selatan, memaparkan upaya yang dilakukan timnya. Mereka mengerahkan puluhan personel dan belasan unit mobil untuk menaklukkan si jago merah.
Proses pemadaman dimulai sekitar pukul 13.47 WIB. Hasilnya cukup efektif. Api berhasil dilokalisasi dalam waktu kurang dari satu jam, dan benar-benar padam beberapa saat kemudian di sore hari.
Meski tak ada korban jiwa, operasional di area terdampak jelas terganggu. Gedung yang sehari-harinya sibuk dengan aktivitas pemerintahan, sore itu hanya menyisakan kepulan asap dan cerita tentang kepanikan yang sempat menyergap.
Artikel Terkait
Kementan Gelontorkan Rp3 Triliun untuk Irigasi, Rapatkan 170 Bupati Antisipasi Kemarau
Hendra Setiawan Resmi Jabat Pelatih Tim Thomas Indonesia
Anggota DPR Kritik Sistem Pengawasan BPOM, Sebut Masih Banyak Celah
Iran Tolak Hadir di Perundingan Islamabad, Tegang dengan AS Meningkat Usai Insiden Selat Hormuz