Di sisi lain, respons dari pemerintah daerah sangat positif. Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin tak segan memberikan apresiasi atas konsistensi BPVP Bantaeng.
Menurutnya, kolaborasi seperti inilah kunci untuk mendongkrak kualitas tenaga kerja lokal. Tanpa sinergi, program sehebat apapun bisa mandek di tengah jalan.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk BPVP Bantaeng yang konsisten memberi pelatihan. Program nasional butuh dukungan semua pihak, termasuk kami di daerah,” ungkap Andi Akmal.
Ia pun menegaskan kesiapan penuh Pemkab Bone. Dukungan fasilitas dan kolaborasi akan terus diberikan agar setiap pelatihan mencapai tujuannya.
“Kami siap berkolaborasi. Daerah punya tempat, pusat punya program dan anggaran. Ini harus berjalan beriringan sebagai satu kesatuan,” tegasnya.
Pernyataan itu punya dasar yang kuat. Kabupaten Bone, dengan jumlah penduduk yang besar, memang menyimpan potensi SDM yang strategis di kawasan Sulsel. Oleh karena itu, pelatihan berbasis kompetensi bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah langkah nyata menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Mahasiswa Calon Pastor Hilang Tenggelam di Danau Toba, Pencarian Berlanjut
Pertamina Menanggung Beban Rp60 Triliun per Bulan Akibat Harga BBM yang Ditahan
Islah Bahrawi Kritik Kebijakan Prabowo yang Dinilai Jauh dari Janji dalam Buku Paradoks Indonesia
DPR Kritik Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru PTN yang Dinilai Rugikan PTS