Pasar mobil listrik Indonesia di awal 2026 ternyata cukup panas. Dan di tengah tren itu, BYD, raksasa otomotif listrik asal Tiongkok, tampil dengan performa yang benar-benar mencolok. Bayangkan saja, pada Januari lalu, mereka berhasil menjual sekitar 5.200 unit. Angka itu melonjak hampir lima kali lipat dibandingkan pencapaian di bulan yang sama tahun sebelumnya. Bisa dibilang, lebih dari 60 persen pasar kendaraan listrik nasional kini dikuasai oleh BYD.
Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan sedikit angin segar di industri otomotif kita secara keseluruhan. Data pasar menunjukkan, total penjualan semua jenis kendaraan di Indonesia pada Januari 2026 mencapai kira-kira 64.000 unit. Itu artinya ada kenaikan sekitar 3 persen dari periode sebelumnya yang 62.000 unit.
Namun, yang paling dramatis pertumbuhannya memang segmen listrik. Penjualan EV nasional di awal tahun ini menyentuh angka 8.000 unit. Meledak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Januari 2025 yang hanya sekitar 2.500 unit.
Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, melihat fenomena ini sebagai pertanda baik. Baginya, ini cermin dari kepercayaan konsumen yang kian menguat.
“Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di awal tahun 2026 menunjukkan bahwa adopsi EV di Indonesia semakin menguat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
“Peningkatan signifikan yang dicatatkan BYD dengan pertumbuhan hampir lima kali lipat dan pangsa pasar melampaui 60 persen menjadi refleksi kepercayaan konsumen terhadap teknologi dan kualitas produk yang kami hadirkan,” tambahnya.
Melihat momentum ini, BYD tak mau berpangku tangan. Mereka langsung memperkuat barisan produknya di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 dengan meluncurkan dua varian baru: BYD ATTO 3 Advanced Plus dan BYD Sealion 7 Extended.
Strateginya jelas, menggarap segmen SUV listrik yang permintaannya makin tinggi. Konsumen sekarang banyak yang suka dengan ruang kabin yang lega, posisi berkendara yang tinggi, plus fleksibilitas buat keluarga atau jalan-jalan jauh.
Yang disebut terakhir, Sealion 7 Extended, diposisikan sebagai SUV listrik premium. Baterainya berkapasitas besar, 91,39 kWh, dengan klaim jarak tempuh hingga 650 kilometer menurut standar NEDC naik sekitar 83 km dari varian sebelumnya. Harganya Rp859 juta untuk wilayah Jabodetabek.
SUV ini juga menawarkan bagasi 500 liter dan pilihan warna baru, Parkour Red, yang dipadukan dengan interior hitam untuk kesan yang lebih dinamis dan mewah.
Sementara itu, adiknya, ATTO 3 Advanced Plus, masuk di segmen medium SUV dengan harga lebih terjangkau, Rp415 juta. Mobil ini dirancang untuk mobilitas urban dengan jarak tempuh hingga 410 kilometer, didukung baterai 49,92 kWh.
Fitur-fiturnya cukup lengkap untuk kelasnya. Ada layar sentuh raksasa 15,6 inci, panoramic sunroof, wireless charger, sampai sistem keselamatan canggih seperti Adaptive Cruise Control dan Automatic Emergency Braking. Respons pengunjung IIMS pun positif, lebih dari 60 orang langsung mencobanya di sesi test drive.
Dominasi BYD di pasar listrik Indonesia sebenarnya sudah terbentuk sejak lama. Sepanjang 2025 lalu, mereka membukukan penjualan fantastis: lebih dari 54.000 unit. Pangsa pasarnya waktu itu sekitar 52 persen, mengukuhkannya sebagai pemimpin pasar.
Kini, portofolio mereka di Tanah Air makin beragam. Mulai dari ATTO 1, ATTO 3, Dolphin, Seal, Sealion 7, sampai M6. Semuanya dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan, dari harian sampai perjalanan antar kota.
Tak hanya di sini, performa global BYD juga luar biasa. Di tahun 2025, mereka menjual lebih dari 4,6 juta unit kendaraan energi baru. Yang menarik, untuk pertama kalinya ekspor mereka tembus 1 juta unit, menyebar ke lebih dari 119 negara.
Ke depan, dengan terus memperluas jaringan, memperkuat teknologi, dan menghadirkan model-model baru, BYD bertekad untuk tak hanya mempertahankan posisinya. Mereka juga ingin mendorong ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia agar tumbuh lebih cepat lagi.
Artikel Terkait
Angin Kencang Diduga Jadi Pemicu Utama Blackout Listrik di Sumatera
Iran Mulai Persiapan Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel
Pemerintah Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Ganggu Pasokan Energi Nasional, Genjot PLTS 100 GW
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 200 Jiwa Mengungsi