Iran Tuding AS Lakukan Kejahatan Perang, Serang Infrastruktur Vital

- Kamis, 16 Juli 2026 | 23:45 WIB
Iran Tuding AS Lakukan Kejahatan Perang, Serang Infrastruktur Vital

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengecam keras serangan Amerika Serikat yang menargetkan infrastruktur vital negaranya. Dalam pernyataan resmi, ia menyebut tindakan Washington sebagai kejahatan perang dan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional.

"Serangan terhadap infrastruktur vital serta ancaman untuk menyerang jembatan dan pembangkit listrik menunjukkan niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji," ujar Araghchi dalam pernyataan di Telegram, Kamis (16/7/2026).

Menurut Araghchi, serangan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional. Ia menegaskan bahwa tindakan itu merupakan kejahatan internasional serius berdasarkan empat Konvensi Jenewa 1949.

"Semua pemerintah berkewajiban untuk menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan tersebut," tambahnya.

Araghchi juga mengecam retorika para pejabat AS yang dinilainya tidak masuk akal dan penuh ancaman jahat. Menurutnya, permusuhan itu ditujukan kepada rakyat Iran karena mereka bersikeras pada kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia.

Ia memperingatkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab tidak bisa menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bertindak atas perintah atasan.

Sebelumnya, militer AS kembali meluncurkan gelombang serangan terhadap Iran. Kali ini, targetnya adalah sejumlah fasilitas militer yang kerap digunakan untuk mengancam kapal-kapal di Selat Hormuz, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM).

Ledakan terdengar di beberapa kota. Kantor berita Mehr melaporkan suara ledakan di Ahvaz, dekat perbatasan Irak, yang telah berulang kali menjadi sasaran pasukan AS sejak pertempuran kembali pecah bulan ini.

Di Chabahar, rudal AS menghantam sebuah menara pengawas angkatan laut yang sebenarnya merupakan fasilitas sipil untuk keamanan maritim dan operasi pencarian dan penyelamatan nelayan. Ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, di mana proyektil AS menghantam lokasi dekat kota pelabuhan tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags