Tokoh GP Ansor Kritik Tudingan Kebohongan Swasembada ke Prabowo

- Selasa, 07 April 2026 | 09:00 WIB
Tokoh GP Ansor Kritik Tudingan Kebohongan Swasembada ke Prabowo

Ia mengingatkan, narasi yang terus meremehkan capaian pangan bisa berbahaya. Pola itu berpotensi membuka ruang bagi kepentingan lama, ketergantungan impor, dan distorsi pasar yang justru merugikan.

"Pertanian itu bukan cuma soal luas lahan," ujarnya. "Ada air, benih, pupuk, teknologi, manajemen. Ini bukan panggung opini bebas tanpa tanggung jawab."

Mabrur justru mengapresiasi capaian swasembada pangan yang menurutnya buah dari berbagai kebijakan nyata. Mulai dari pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, cetak sawah, hingga kemudahan distribusi pupuk bersubsidi dan penyesuaian HPP. "Yang kerja di lapangan paham ini. Yang tidak pernah turun, biasanya paling lantang menyimpulkan. Polanya selalu sama," ucap Mabrur.

Alih-alih mencari-cari kesalahan, ia menilai upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan patut diapresiasi. Capaian hingga hari ini, menurutnya, perlu dikawal bersama.

Ia menutup dengan pesan yang tegas. Politik kebencian, baginya, sudah tak relevan lagi. Perbedaan pilihan politik jangan sampai menutup mata terhadap prestasi, khususnya di isu strategis seperti pangan.

"Sudahlah. Politik kebencian tidak perlu lagi," ujarnya. "Sekarang waktunya bersatu, bekerja untuk rakyat. Kalau ada capaian baik, hargai. Jangan kita disibukkan bangun narasi yang sesat."

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar