Kedalaman skuad juga terlihat. Bukan cuma andalan satu dua pemain, tapi hampir semua bisa berkontribusi di momen-momen genting.
Popsivo Polwan: Kalah Tapi Tak Memalukan
Di sisi lain, meski harus mengakui keunggulan lawan, penampilan Jakarta Popsivo Polwan patut diacungi jempol. Mereka memberikan perlawanan sengit, terutama di set ketiga yang berhasil mereka menangkan. Itu menunjukkan karakter tim yang pantang menyerah.
Sayangnya, konsistensi mereka kurang terjaga. Beberapa kesalahan sendiri di titik-titik krusial, ditambah dengan ketidakmampuan mempertahankan momentum, akhirnya membuat mereka gagal memaksakan rubber set.
Dampaknya Buat Klasemen
Hasil ini jelas mengokohkan posisi Jakarta Pertamina Enduro di puncak klasemen Final Four. Jalan menuju grand final terbuka lebih lebar. Sebaliknya, Popsivo Polwan harus segera introspeksi. Di babak segini, setiap pertandingan adalah final kecil. Sedikit saja slip, asa bisa langsung pupus.
Suasana Meriah di Surabaya
Atmosfer di venue pertandingan sungguh hidup. Sorak-sorai penonton memberi energi ekstra, mendorong kedua tim untuk tampil maksimal. Memang, Proliga selalu berhasil menghadirkan tontonan voli berkualitas tinggi yang bikin penonton betah.
Jakarta Pertamina Enduro sudah membuktikan diri. Kemenangan 3-1 ini adalah pernyataan. Kalau konsistensi ini bisa dipertahankan, gelar juara musim ini bukan mustahil mereka raih.
Artikel Terkait
PSM Makassar Gagal Maksimalkan Kandang, Ditahan Imbang Persis Solo
Drama Injury Time, Dortmund Hancurkan Stuttgart 0-2
Polda Sumsel Kerahkan 2.671 Personel Amankan Ibadah Paskah
Real Madrid Tumbang Dramatis di Kandang Mallorca