Bone – Aksi tegas kembali ditunjukkan oleh jajaran kepolisian di Kabupaten Bone. Kali ini, Satuan Reserse Narkoba Polres setempat berhasil membongkar peredaran gelap narkoba jenis sabu dalam jumlah yang cukup fantastis.
Operasi pengungkapan digelar Rabu malam lalu, tepatnya sekitar pukul 19.30 Wita. Lokasinya di Jalan Poros Welalangge. Dari situ, dua orang berhasil diamankan. Mereka adalah MW alias IC (39) dan YD alias YN (38).
Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sabu. Beratnya kira-kira mencapai 500 gram. Barang haram itu ditemukan dalam kondisi dikemas rapi di dalam plastik bening, lalu dibungkus lagi dengan plastik berwarna coklat. Yang menarik, semua itu disembunyikan di sebuah tempat penyimpanan beras.
Menurut Kasat Narkoba Polres Bone, IPTU Irham, kasus ini terungkap berkat teknik pembelian terselubung atau undercover. Proses penyelidikannya sendiri memakan waktu hampir sebulan.
“Awalnya kami mengamankan saudari MW alias IC yang tertangkap tangan menyimpan sabu kurang lebih 500 gram di tempat penyimpanan beras,” jelas Irham.
Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Mapolres Bone, Sabtu (4/4/2026).
Dari pengakuan tersangka, sabu tersebut didapat dari seorang bernama ZK dengan sistem tempel dari luar Pulau Sulawesi. Totalnya mencapai 3 kilogram. Nah, dari jumlah sebanyak itu, 2,5 kilogram konon sudah diedarkan ke luar wilayah Kabupaten Bone.
“Sisanya disimpan di Kabupaten Bone untuk diedarkan ke luar daerah,” tambah Irham menerangkan.
Ceritanya punya beberapa lika-liku. Dua bungkus besar sabu itu sempat disimpan di Kabupaten Wajo, dengan maksud untuk dijual. Namun, kemudian diambil kembali oleh YD atas perintah MW alias IC.
“Atas perbuatannya, para pelaku bersama barang bukti diamankan di Mapolres Bone untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Irham.
Sebelumnya, Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi sudah menegaskan komitmennya. Pengungkapan ini, katanya, adalah bagian dari upaya menyelamatkan masyarakat dari jerat narkoba.
“Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras tim di lapangan. Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku peredaran gelap narkotika. Setiap informasi yang masuk akan kami respons secara cepat dan profesional,” tegas Sugeng dengan nada keras.
Di sisi lain, apresiasi datang dari Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman. Ia yang hadir langsung memberikan pujian atas kinerja Polres Bone. Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk tak kenal lelah memberantas narkoba.
Sinergi, menurutnya, adalah kunci utama.
“Sinergi sangat penting. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mempersempit ruang gerak jaringan narkotika dan melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba,” tutup Andi Asman.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,799 Juta per Gram, Buyback Tak Bergerak
Prakiraan Cuaca Makassar 31 Mei 2026: Cerah Berawan Sepanjang Hari, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
BNPB: Ribuan Jiwa Terdampak Banjir dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia
PSG Kalahkan Arsenal Lewat Adu Penalti, Pertahankan Gelar Liga Champions