Polisi Amankan Pria yang Palak Pengendara Mobil di Dago Atas Bandung

- Minggu, 31 Mei 2026 | 11:45 WIB
Polisi Amankan Pria yang Palak Pengendara Mobil di Dago Atas Bandung

Seorang pengendara mobil berpelat nomor B menjadi korban pemalakan di kawasan Dago Atas, Kota Bandung, Jawa Barat, dalam sebuah insiden yang terekam video dan viral di media sosial. Pelaku, yang mengaku bernama Demon, tidak hanya meminta uang secara paksa, tetapi juga mengancam akan merusak kendaraan korban jika permintaannya tidak dipenuhi, dengan nominal minimal Rp50 ribu.

Dalam rekaman yang beredar, pelaku yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan syal di leher itu terlebih dahulu menanyakan asal daerah korban. Setelah mengetahui bahwa korban berasal dari luar daerah, ia kemudian meminta sejumlah uang dengan dalih untuk menjamin keselamatan perjalanan. Ancaman kerusakan kendaraan pun dilontarkan secara terang-terangan.

"Tambahin, tambahin, tambahin, mau hancur di depan, udah koordinasi sama Demon," ujar pelaku dalam video tersebut. Ia kemudian menambahkan, "Terserah berapa aja, mau Rp50 ribu mau berapa terserah. Ya terserah aja."

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 23 Mei lalu, tidak lama setelah Persib Bandung merayakan gelar juara Super League 2025/2026. Pelaku diduga merupakan oknum Bobotoh yang ikut larut dalam euforia perayaan tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, memastikan bahwa pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan. Dari hasil penyelidikan awal, diketahui bahwa pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan aksinya.

"Motifnya, pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi," jelas Kompol Riki.

Dalam foto yang diperoleh, pelaku tampak mengenakan kemeja lengan panjang bermotif garis-garis gelap dan kacamata hitam saat berjalan masuk ke ruang pemeriksaan dengan dikawal petugas. Pada foto lainnya, ia terlihat duduk berhadapan dengan penyidik dengan wajah tertunduk.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler