Nama Marthe Munsterman kini mencuat dalam pembicaraan seputar naturalisasi pemain untuk Timnas Wanita Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Vivin Cahyani Sungkono, sang Komite Eksekutif PSSI yang menangani sepak bola wanita. Munsterman, sang kapten FC Utrecht Vrouwen, memang punya darah Belanda-Indonesia yang membuatnya masuk dalam radar.
Vivin memastikan langkah awal sudah diambil. "Yang pasti yang sudah masuk ke dalam list itu Marthe, Marthe Munsterman itu yang sekarang jadi kaptennya FC Utrecht," ujarnya, Jumat lalu.
Menurutnya, data dasar sang gelandang berusia 32 tahun itu bahkan sudah sampai ke meja federasi. Artinya, proses pantauan sudah berjalan.
Sebenarnya, kabar soal Munsterman ini bukan hal yang benar-benar baru. Sebelumnya, rekan setimnya di FC Utrecht yang juga pemain Timnas Indonesia, Claudia Scheunemann, sudah sempat menyebut-nyebut namanya.
"Kalau Marthe, Clau dengar-dengar lagi proses. Katanya November dia bisa jadi mau ke Indonesia mau lihat," kata Claudia dalam sebuah wawancara akhir Oktober lalu.
Jadi, ada sinyal yang jelas dari dua arah. Marthe-Emilie Munsterman, lahir 19 Februari 1993, bukan pemain biasa. Selain karier klubnya di Eredivisie Women, dia punya pengalaman membela Timnas Wanita Belanda. Meski cuma dua kali tampil pada 2015-2016, itu tetap pengalaman level tertinggi.
Di sisi lain, Vivin juga memberi kabar terbaru soal nama lain: Cacharel Promes. Pemain keturunan Belanda-Indonesia ini sempat ikut trial, tapi nasibnya belum jelas.
"Kalau Cacharel saya belum dapat rekomendasi dari Coach Akira kemarin," tutur Vivin.
Rupanya, performa Promes saat uji coba dinilai belum maksimal. Adaptasi jadi kendala, mungkin karena cuaca atau kondisi fisik yang belum sepenuhnya siap. Hasilnya, pelatih kepala Akira Higashiyama dan penasihat teknik Satoru Mochizuki belum memberikan lampu hijau.
Namun begitu, pintu belum sepenuhnya tertutup. Vivin menyebut masih ada kemungkinan Cacharel diberi kesempatan trial ulang di kemudian hari. Semuanya kembali ke evaluasi pelatih.
Jadi, dari dua nama yang beredar, Marthe Munsterman tampaknya lebih maju beberapa langkah. Prosesnya sudah bergulir, dan kita tinggal menunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Gempa Megathrust M 6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Sita Rp40,5 Miliar dan 5,3 Kg Emas dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
Kepala KPP Banjarmasin Akui Salah Terima Janji Suap Rp800 Juta
BYD Luncurkan Atto 3 Advanced Plus dengan Panoramic Sunroof di IIMS 2026