Di ruang VIP, jenazah disemayamkan sejenak. Upacara pelepasan yang dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat digelar pukul setengah sembilan malam. Suasana hening, hanya terdengar lantunan doa dan taburan bunga. Pukul sembilan malam tepat, jenazah kembali diterbangkan, kali ini menuju Yogyakarta dan Bandung menggunakan pesawat TNI AU.
Farizal bukan satu-satunya. Ia gugur bersama dua rekannya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Ketiganya tewas dalam tugas mulia menjaga perdamaian di Lebanon Selatan. Atas pengabdian dan keberanian luar biasa itu, mereka mendapat penghargaan anumerta. Bukan hanya dari PBB, tapi juga dari Angkatan Bersenjata Lebanon sendiri.
Kembali ke Kulonprogo, malam semakin larut. Pelayat masih setia menunggu di rumah duka yang sederhana. Setiap derap langkah atau suara kendaraan dari kejauhan langsung mencuri perhatian. Mereka ingin yang pertama menyambut, memberikan penghormatan terakhir untuk putra terbaik bangsa yang pulang dengan cara paling mengharukan.
Artikel Terkait
FAO Catat Kenaikan Harga Pangan Global Kedua Kalinya Berturut-turut
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Perairan Mentawai, Belum Ada Laporan Kerusakan
PSM Makassar Ditahan Imbang Persis Solo 1-1 di BRI Liga 1
Minibus Mogok di Rel Ditabrak Kereta Api Putri Deli di Kisaran, Sopir Selamat