BBWS Usulkan Bangunan Pengendali Aliran untuk Atasi Banjir Demak

- Sabtu, 04 April 2026 | 20:45 WIB
BBWS Usulkan Bangunan Pengendali Aliran untuk Atasi Banjir Demak

Kabupaten Demak kembali menghadapi ancaman banjir yang tak kunjung usai. Menyikapi hal ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana punya usulan konkret. Mereka mengusulkan pembuatan bangunan pengendali aliran di Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak. Tujuannya jelas: meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda wilayah ini.

“Diperlukan bangunan pengendali dua aliran sungai,” tegas Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana, Andi Sofyan.

Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Kecamatan Guntur, Sabtu lalu. Menurut Andi, selama ini kedua sungai itu mengalir bebas tanpa ada bendungan atau struktur pengendali lain. Itulah salah satu pemicu mengapa air begitu deras mengarah ke Demak.

Memang, upaya penutupan di kawasan Rowo Pening sudah dilakukan. Namun begitu, tanpa bangunan pengendali di Senjoyo dan Bancak, usaha itu terasa sia-sia. Air akan tetap meluncur deras dan ancaman banjir tetap mengintai.

Di sisi lain, penanganan Sungai Tuntang lewat normalisasi bertahap dinilai harus jadi prioritas. Kenyataannya di lapangan cukup kompleks. Meski beberapa titik tanggul sudah diperkuat dan aman, tetap ada spot-spot yang mudah meluap saat hujan lebat mengguyur. Belum lagi pohon-pohon dan hambatan lain di bantaran sungai yang bikin aliran air makin pelan.

Soal wacana pemindahan alur Sungai Tuntang, Andi menilai itu kurang efektif. Malah bisa jadi bumerang. Keberadaan jembatan di atas sungai utama dan pembangunan jalan di bantarannya justru berpotensi menghambat laju air.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar