Kabupaten Demak kembali menghadapi ancaman banjir yang tak kunjung usai. Menyikapi hal ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana punya usulan konkret. Mereka mengusulkan pembuatan bangunan pengendali aliran di Sungai Senjoyo dan Sungai Bancak. Tujuannya jelas: meminimalisir risiko banjir yang kerap melanda wilayah ini.
“Diperlukan bangunan pengendali dua aliran sungai,” tegas Kepala Operasional dan Pemeliharaan BBWS Pemali Juana, Andi Sofyan.
Pernyataan itu disampaikannya dalam rapat koordinasi penanganan banjir bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Kecamatan Guntur, Sabtu lalu. Menurut Andi, selama ini kedua sungai itu mengalir bebas tanpa ada bendungan atau struktur pengendali lain. Itulah salah satu pemicu mengapa air begitu deras mengarah ke Demak.
Memang, upaya penutupan di kawasan Rowo Pening sudah dilakukan. Namun begitu, tanpa bangunan pengendali di Senjoyo dan Bancak, usaha itu terasa sia-sia. Air akan tetap meluncur deras dan ancaman banjir tetap mengintai.
Di sisi lain, penanganan Sungai Tuntang lewat normalisasi bertahap dinilai harus jadi prioritas. Kenyataannya di lapangan cukup kompleks. Meski beberapa titik tanggul sudah diperkuat dan aman, tetap ada spot-spot yang mudah meluap saat hujan lebat mengguyur. Belum lagi pohon-pohon dan hambatan lain di bantaran sungai yang bikin aliran air makin pelan.
Soal wacana pemindahan alur Sungai Tuntang, Andi menilai itu kurang efektif. Malah bisa jadi bumerang. Keberadaan jembatan di atas sungai utama dan pembangunan jalan di bantarannya justru berpotensi menghambat laju air.
Artikel Terkait
Ragunan Catat 36.880 Pengunjung di Hari Kedua Long Weekend Paskah
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Kawasan Tangsel
Pakar Hukum Internasional UGM Tegaskan Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB adalah Kejahatan Perang
Iran Ancam Serang Ibu Kota Sekutu AS di Teluk Jika Pangkalan Militer Tak Dievakuasi