Harga avtur global yang melonjak hingga 80 persen akhir-akhir ini tentu bikin was-was. Anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim, pun mendesak pemerintah untuk segera bertindak. Menurutnya, lonjakan harga bahan bakar pesawat ini berpotensi besar mendongkrak harga tiket. Kalau dibiarkan, daya beli masyarakat bisa terpukul dan pemulihan pariwisata serta konektivitas antar pulau bakal tersendat.
Rivqy angkat bicara soal ini pada Jumat lalu.
Memang, dia mengakui kenaikan ini dipicu faktor global yang sulit dihindari. Tapi bukan berarti kita cuma bisa pasrah. Dampaknya terhadap tarif penerbangan, kata dia, masih bisa dikendalikan dengan kebijakan yang tepat.
Nah, pelajaran penting bisa diambil dari negara lain. Rivqy menyoroti krisis avtur yang sempat melanda Vietnam, yang berujung pada pemotongan jadwal penerbangan secara drastis. Indonesia, sebagai negara kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi udara, jelas harus menghindari skenario serupa. Menurutnya, momen ini tepat untuk mengevaluasi struktur biaya penerbangan nasional, termasuk soal ketergantungan kita pada avtur impor.
Artikel Terkait
Kisah Kelahiran Langka Rudini: Dari Anak Gajah Malang Menuju Puncak Karier Militer
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Dipertahankan