Mulai dari beras, aneka sayuran, sampai sumber protein seperti ayam dan telur. Semuanya diupayakan berasal dari petani dan peternak di Bone, bahkan kalau bisa dari wilayah sekitar Lapapriaja sendiri.
“Jangan sampai bahan bakunya dari luar daerah. Kita ingin petani lokal juga merasakan manfaatnya. Ini harus berbasis lokal,” tegasnya dengan nada meyakinkan.
Ia lantas menyasar para kepala desa yang hadir. Imbauannya jelas: dorong warga untuk menanam komoditas pangan beragam. Buah-buahan, sayur-mayur, apa saja yang bisa mendukung operasional SPPG ke depan.
Sejauh ini, program serupa di Bone disebutkan sudah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Pemerintah punya target ambisius: membangun sekitar 80 hingga 90 SPPG agar seluruh wilayah terjangkau, tak terkecuali daerah-daerah tertinggal dan terpencil.
Di sisi lain, Bupati juga menyentuh soal pendidikan. Komitmen pemerintah daerah diwujudkan lewat bantuan seragam gratis untuk siswa SD-SMP dan program sekolah rakyat.
Dengan skema bantuan seperti ini, menurutnya, alasan anak putus sekolah karena terbentur biaya seharusnya sudah tak ada lagi.
Di akhir sambutannya, ia menyatukan dua hal: gizi dan pendidikan. Ajakan ditujukan kepada seluruh tenaga pendidik untuk terus berbenah.
“Gizinya sudah kita siapkan, sekarang kualitas pendidikan juga harus ditingkatkan,” pungkas Bupati, menutup acara.
Artikel Terkait
Siswi SMP di Maros Jadi Korban Grooming dan Pemerkosaan di Makassar
Polda Jateng Bongkar Investasi Walet Bodong, Korban Rugi Rp78 Miliar
Tiga Ibu-ibu Boncengan Tiga Tanpa Helm Tabrakan di Bangkalan, Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Warga Amuk Pencuri Perkutut di Pasuruan, Pelaku Diduga ODGJ