Emmanuel Macron punya pendapat yang jelas soal Greenland. Presiden Prancis itu menyatakan, ia sama sekali tidak percaya Amerika Serikat akan sampai hati mencaplok wilayah yang selama ini berada di bawah Denmark itu. Baginya, pelanggaran kedaulatan semacam itu sulit dibayangkan.
“Saya tidak dapat membayangkan skenario di mana Amerika Serikat akan berada dalam posisi untuk melanggar kedaulatan Denmark,” ujar Macron dalam wawancara dengan France 2.
Pernyataan itu ia sampaikan di sela-sela pertemuan puncak sekutu Ukraina. Dengan tegas, Macron menegaskan status Greenland ke depannya. “Greenland adalah wilayah di bawah kedaulatan Denmark, dan akan tetap demikian,” tegasnya. Titik.
Trump dan Ambisi Greenland yang Tak Surut
Di sisi lain, dari seberang Atlantik, nada yang terdengar justru berbeda. Presiden AS Donald Trump kembali mengungkit ambisinya terhadap Greenland. Saat berpidato di hadapan Kongres, ia dengan lantang menjanjikan masa depan gemilang untuk wilayah itu di bawah kendali Amerika.
“Bersama-sama, kita akan membawa Grinlandia pada pencapaian yang belum pernah Anda bayangkan sebelumnya,” seru Trump.
Tak lupa ia menambahkan, dengan nada yang terdengar seperti ultimatum, “dengan satu atau cara lainnya, kita akan mendapatkannya.”
Namun begitu, sikap dari Greenland sendiri sudah sangat jelas. Perdana Menteri Mute Egede langsung merespons. Ia menegaskan bahwa aneksasi bukanlah sesuatu yang bisa dibicarakan.
“Kami tidak untuk dijual dan tidak bisa begitu saja diambil,” tulis Egede di Facebook.
“Kami tidak ingin menjadi orang Amerika... pihak Amerika dan pemimpinnya harus memahami itu.”
Jadi, sementara satu pihak membayangkan pencapaian besar, pihak lain justru berdiri teguh mempertahankan kedaulatannya. Situasi ini, mau tak mau, menciptakan ketegangan diplomatik yang belum terlihat ujungnya.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Soroti Kombinasi Kebijakan dan Dedikasi Guru untuk Pendidikan di Daerah 3T
Menteri Komunikasi: Indonesia Ambil Peran Aktif di Forum Perdamaian Palestina
ART Indonesia-AS Belum Berlaku, Tunggu Ratifikasi Parlemen
KPK Analisis Laporan Menag Soal Perjalanan Naik Jet Pribadi OSO