Suparno, salah satu korban, masih syok. Rumahnya tiba-tiba terbuka.
"Anginnya berputar sangat kuat, langsung membawa atap rumah,"
katanya, mengisahkan kejadian Senin (30/3/2026) itu.
Menurut data sementara BPBD Jombang, dua desa di Ploso ini jadi titik terparah. Selain bangunan, banyak pohon tumbang dan berserakan di jalan raya, bikin akses transportasi terganggu. Pemandangannya seperti area konflik.
Namun begitu, ada kabar baik di tengah semua kerusakan ini: tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Kerusakan memang besar, tapi nyawa selamat. Itu yang utama.
Sampai sekarang, petugas BPBD dan relawan masih sibuk di lapangan. Mereka mendata kerusakan secara menyeluruh dan membantu warga membersihkan puing-puing sisa amukan alam yang datang tiba-tiba itu.
Artikel Terkait
Kevin Diks Jadi Sorotan Usai Insiden Penalti yang Tentukan Kekalahan Indonesia
Nenek di Bondowoso Tewas Tersambar Petir di Dalam Rumah
Timnas Indonesia Takluk Tipis 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026
Analis: IHSG Berpotensi Koreksi Lebih Dalam Meski Ada Pembelian