Polemik ini otomatis mengarahkan sorotan ke jajaran pengurus klub. Publik pun bertanya-tanya, siapa yang bertanggung jawab? Aksa Mahmud diketahui sebagai pemilik, sementara kursi Direktur Utama diduduki Sadikin Aksa.
Menariknya, Sadikin Aksa juga punya peran di tingkat nasional, sebagai bagian dari direksi PT LIB. Peran strategis itu justru membuat situasi PSM saat ini terasa lebih ironis.
Di Lapangan Hijau
Sementara di sisi teknis, ada angin perubahan. PSM sudah dapat pelatih baru, Tomas Trucha, yang diharapkan bisa membawa perubahan setelah era Bernardo Tavares berakhir. Persiapan musim 2025/2026 juga disebut sudah berjalan, dengan kuota pemain asing yang konon sudah terpenuhi.
Tapi semua persiapan di lapangan itu bisa sia-sia kalau masalah di meja direksi terus berlarut.
Alarm dari Tribun
Gelombang kritik dari suporter ini harusnya jadi peringatan serius. Red Gank terus mendesak transparansi dan profesionalisme. Mereka bilang, kalau tidak ada reformasi nyata, sanksi FIFA ini cuma awal. Bisa-bisa bakal berulang, dan efeknya akan lebih parah bagi masa depan klub.
Intinya, PSM lagi di ujung tanduk. Butuh tindakan nyata, bukan sekadar janji.
Artikel Terkait
Mohamed Sahah Resmi Tinggalkan Liverpool Lewat Surat Terbuka yang Haru
Momentum Positif, Peluang 86%: Michael Carrick Kandidat Utama Kursi Pelatih Permanen MU
Enam Tewas dalam Kecelakaan Minibus di Majalengka
Klopp Tegaskan Rumor Pelatih Real Madrid Hanya Omong Kosong