Buktinya? Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, tak sungkan menyampaikan pesan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
"Ia akan mengatakan: akhiri secepat mungkin… dan biarkan Lebanon tenang," kata Parolin, yang juga menyoroti situasi genting di Lebanon.
"Pesan ini juga ditujukan kepada pihak Israel," tambahnya saat berbicara di parlemen Italia.
Parolin tak menyembunyikan kekhawatirannya. Konflik ini berpotensi meluas dan pada akhirnya memperburuk keadaan global. Karena itulah, jalan satu-satunya yang ia lihat adalah diplomasi dan dialog damai.
Perubahan Gaya Diplomasi Vatikan
Sebenarnya, Vatikan terkenal dengan diplomasi halusnya. Bekerja di balik layar, jarang sekali mereka memberi tekanan langsung kepada seorang pemimpin negara. Tapi situasi kali ini rupanya berbeda.
Eskalasi yang makin intens, ditambah korban sipil yang terus berjatuhan, tampaknya memaksa perubahan pendekatan. Menjadi lebih terbuka. Lebih tegas.
Seruan dari Paus dan pejabat tinggi Vatikannya ini kini menambah daftar tekanan internasional. Di tengah situasi yang mencemaskan, di mana perang dikhawatirkan akan meluas ke seluruh kawasan, suara mereka mencoba mengingatkan kembali tentang harga sebuah perdamaian.
Artikel Terkait
Verdonk Picu Ketegangan dengan Greenwood, Lille Menang atas Marseille
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss