Dari Lapangan Santo Petrus yang dipenuhi umat, seruan itu kembali bergema. Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik sedunia, tak henti-hentinya menyuarakan keprihatinannya atas peperangan yang melanda Timur Tengah. Kali ini, dalam doa Angelus mingguan, desakannya untuk menghentikan konflik terdengar lebih mendesak. Ia menyebut penderitaan yang terjadi sebagai sebuah "skandal bagi seluruh keluarga manusia".
Perkembangan perang yang kini memasuki pekan keempat itu, menurut pengakuannya, diikuti dengan rasa cemas yang mendalam. Apalagi dengan melibatkan pihak-pihak seperti Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
"Kita tidak bisa tetap diam di hadapan penderitaan begitu banyak orang, korban tak berdaya dari konflik ini," ujar Paus.
Baginya, luka yang diderita satu bangsa adalah luka bagi kemanusiaan secara keseluruhan. "Apa yang menyakiti mereka," tegasnya, "menyakiti seluruh kemanusiaan."
Tak hanya berhenti di kritik, Paus Leo XIV juga memperbarui ajakannya. Ia mendorong umat di seluruh penjuru dunia untuk tak jemu berdoa demi perdamaian.
"Saya dengan tegas memperbarui seruan agar kita tekun dalam doa, sehingga permusuhan dapat berhenti dan jalan menuju perdamaian akhirnya terbuka," lanjutnya.
Seruan ini jelas bukan yang pertama. Namun, ia menjadi bagian dari sebuah upaya moral Vatikan yang belakangan terasa semakin vokal. Mereka mendorong penghentian konflik yang korban sipilnya kian berjatuhan.
Dan memang, ada perubahan sikap yang cukup mencolok. Beberapa hari terakhir, Vatikan tampak meninggalkan sedikit gaya diplomasi tradisionalnya yang biasanya bekerja dalam keheningan. Kini, tekanannya disampaikan lebih terbuka dan langsung.
Artikel Terkait
Verdonk Picu Ketegangan dengan Greenwood, Lille Menang atas Marseille
Bripka Septian Gugur Saat Amankan Mudik di Pekalongan
Kemenhub Imbau Pemudik Manfaatkan WFA untuk Hindari Puncak Arus Balik 24 Maret
Anggota DPR Tolak Wacana Sekolah Daring Mulai 2026, Ingatkan Trauma Learning Loss