Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus

- Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB
Panen Raya Majalengka Capai 11,5 Ton per Hektare, Stok Beras Nasional Dipastikan Surplus

“Kementerian Pertanian memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, dalam posisi aman. Produksi saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi nasional sehingga stok tetap terjaga,” ujar Mentan Amran (17/03/2026).

Data dari Badan Pusat Statistik seolah mengamini optimisme itu. Diperkirakan, luas panen periode Februari hingga April 2026 bakal mencapai 3,92 juta hektare. Potensi produksi beras pada kuartal pertama tahun depan pun diproyeksikan naik signifikan, sekitar 10,16 juta ton. Itu artinya ada kenaikan 15,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kebutuhan nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan, angka produksi yang berkisar 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan jelas memberikan ruang aman yang lebar. Stok nasional dipastikan surplus.

Namun begitu, pekerjaan belum usai. Pemerintah kini fokus mengoptimalkan momentum panen raya ini. Caranya? Dengan mempercepat penyerapan hasil panen, memperkuat distribusi, dan tentu saja menjaga stabilisasi harga di tingkat petani. Tujuannya jelas: panen raya ini bukan cuma untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tapi juga untuk membangun cadangan pangan yang berkelanjutan ke depannya. Sebuah langkah strategis yang, jika berjalan mulus, akan mengamalkan piring nasi kita semua.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar