Trump Klaim Khamenei dan Sejumlah Pimpinan Senior Iran Tewas dalam Serangan Udara

- Minggu, 01 Maret 2026 | 05:00 WIB
Trump Klaim Khamenei dan Sejumlah Pimpinan Senior Iran Tewas dalam Serangan Udara

Dari Washington, kabar tentang kondisi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, terus bergulir. Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut angkat bicara. Dalam pernyataannya kepada sejumlah media AS, Trump terlihat mendukung laporan yang beredar. Ia menyebut, informasi bahwa Khamenei meninggal dunia dalam serangan udara yang dimulai Jumat lalu, 28 Februari 2026, adalah benar.

“Kami merasa bahwa itu adalah berita yang benar,” ujar Trump kepada NBC News, dengan nada yang cukup yakin.

Ia bahkan melangkah lebih jauh. Menurutnya, bukan cuma Khamenei. “Sebagian besar pemimpin senior Iran telah tewas. Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar dari mereka telah tiada,” klaim Trump tegas.

Ketika diwawancarai ABC News, pertanyaan serupa diajukan. Apakah AS yakin para pucuk pimpinan itu tewas dalam serangan udara? Trump merespons, “Banyak yang tewas, ya. Tapi kita tidak tahu semuanya, tapi banyak yang tewas. Itu adalah serangan yang sangat kuat.”

Soal siapa yang akan memimpin Iran selanjutnya, Trump terkesan punya informasi. “Ya. Kami memiliki gambaran yang sangat bagus,” katanya singkat, tanpa mau bertele-tele.

Di sisi lain, laporan dari Fox News seolah menguatkan pernyataan Trump. Seorang reporter jaringan tersebut, mengutip pejabat AS, mendengar bahwa intelijen AS percaya Khamenei memang telah meninggal. Bahkan, disebutkan lima hingga sepuluh pemimpin senior Iran lainnya ikut tewas dalam serangan awal Israel itu.

Klaim ini punya kemiripan dengan pernyataan juru bicara IDF sebelumnya. Mereka menyatakan "sejumlah pemimpin senior Iran" menjadi "target" dan "dieliminasi". Beberapa nama yang disebut antara lain Ali Shamkhani, Mohammad Pakpour, dan Aziz Nasirzadeh.

Namun begitu, ada satu titik yang perlu dicermati. Dalam pernyataan resminya, IDF sama sekali tidak menyebutkan nama Ayatollah Ali Khamenei sebagai salah satu korban. Kesenjangan informasi ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Di tengah hiruk-pikuk klaim dan laporan yang simpang siur, kebenaran sejati tentang nasib pemimpin tertinggi Iran itu masih diselimuti kabut perang informasi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar