Kabupaten Majalengka baru saja merayakan momen penting: panen raya. Dan hasilnya? Luar biasa. Di beberapa titik, produktivitas padi bahkan menembus angka 11,5 ton per hektare. Sebuah capaian yang patut disyukuri.
Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Ambil contoh di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi. Lahan seluas 36 hektare milik Agus Mulyana, yang ditanami varietas Inpari 32, menghasilkan 7,2 kilogram dari ubinan. Kalau dikonversi, itu setara dengan 11,5 ton per hektare Gabah Kering Panen. Sementara di Desa Pakubeureum, Kertajati, lahan H. Sawir Wirahandi dengan varietas Jangkar menghasilkan 10,78 ton per hektare. Sungguh menggembirakan.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, capaian ini tak lepas dari kerja keras petani dan dukungan yang mengalir. Perbaikan tata kelola, penyediaan sarana produksi, dan pendampingan intensif di sentra-sentra produksi rupanya membuahkan hasil nyata. Petani pun bisa bernapas lega, karena harga gabah di tingkat mereka saat ini cukup baik, berkisar antara Rp7.500 sampai Rp7.800 per kilogram untuk Gabah Kering Giling.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun angkat bicara. Ia menegaskan, prestasi seperti di Majalengka ini adalah penguat utama kondisi pangan kita.
Artikel Terkait
Kementan Genjot Mitigasi Kemarau untuk Jaga Produktivitas Perkebunan
Real Madrid Hancurkan Manchester City, VinÃcius Balas Sindiran Suporter
Nyepi 2026 Jatuh pada 19 Maret, Diawali Rangkaian Ritual Sakral
Dua Turis Asing Pembuat Konten Porno Viral Berjaket Ojol Digagalkan Kabur di Bandara Bali