Pemerintah Tunda Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian TNI ke Gaza

- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:20 WIB
Pemerintah Tunda Pengiriman 8.000 Pasukan Perdamaian TNI ke Gaza

Lalu, apa penyebabnya? Ternyata, situasi geopolitik yang memanas menjadi alasan utamanya. Saat ditanya apakah keputusan ini terkait eskalasi konflik di Timur Tengah, Prasetyo membenarkan. “Iya, terkait konflik Israel-AS dengan Iran,” jawabnya singkat, tanpa banyak basa-basi.

Padahal, rencana pengiriman pasukan itu sendiri bukanlah hal baru. Sebelumnya, sekitar sebulan lalu tepatnya pada 10 Februari 2026, Prasetyo sudah mengisyaratkan kesiapan Indonesia. Saat itu, di Stasiun Gambir, ia menyebut angka kurang lebih 8.000 prajurit akan dikerahkan untuk misi perdamaian di Gaza.

Kini, dengan dinamika yang berubah cepat, semua rencana itu terpaksa diparkir dulu. Menunggu situasi yang lebih kondusif, sambil mempertimbangkan segala risiko yang mungkin timbul. Keputusan ini, di satu sisi, menunjukkan kehati-hatian Indonesia. Di sisi lain, ia juga menggambarkan betapa rumit dan cairnya peta konflik di kawasan tersebut.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar