“Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan desa kita, kita perlu menjaga keseimbangan antara kebutuhan hidup kita sehari-hari dengan pelestarian alam. Lingkungan yang sehat bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat,” kata Ravindra.
Di hadapan 200an warga yang didominasi ibu-ibu tersebut, Ravindra mengingatkan agar pengelolaan sampah sudah dimulai dengan di dapur. Pemisahan sampah dapur yang organik dan inorganik sudah harus dilakukan di level rumah tangga. Dari sanalah kemudian akan dimulai proses hilirisasi sampah sampai akhir.
“Food waste harus diperhatikan dan pemilahan sampah anatara organik dan inorganik di awal bisa mempermudah proses hiliriasasi sampah di akhir. Contoh sampah organik bisa menjadi pupuk, dan inorganik bisa di sortir dan pet/pp based bisa kembali menjasi bijih plastic,”pungkasnya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: bogortimes.com
Artikel Terkait
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Terkait Kasus Pemerasan
Warga dan Petugas Bersihkan Kanal Penuh Sampah di Makassar untuk Antisipasi Banjir
Kejaksaan Agung Mutasi Sejumlah Pejabat, Termasuk Kajati Sulawesi Selatan
Dirjen Imigrasi: Dominasi WN Tiongkok dalam Pelanggaran Imigrasi Karena Proporsi Terbesar