KontraS Soroti Penyerangan dengan Air Keras terhadap Wakil Koordinatornya

- Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:00 WIB
KontraS Soroti Penyerangan dengan Air Keras terhadap Wakil Koordinatornya

Buka Semua yang Terkena

Sambil membilas, lepaskan segera pakaian, perhiasan, atau aksesori lain yang ikut terkena cipratan. Jangan ditunda. Ini biar zat korosifnya nggak terus-terusan menempel dan mengiritasi kulit.

Jangan Asal Kompres atau Oles

Rasa perih dan panas pasti tak tertahankan. Tapi, menempelkan es batu langsung ke luka justru ide yang buruk. Es bisa memperparah kerusakan jaringan. Sama halnya dengan mengoleskan salep antibiotik, krim, atau bahan rumahan seperti mentega. Itu semua bisa menjebak panas dan memperburuk luka bakar kimia.

Lindungi Luka Sebelum ke Dokter

Setelah dibilas cukup lama, keringkan dengan hati-hati. Tutupi area luka pakai kasa steril atau kain bersih secara longgar. Jangan dibebat ketat. Fungsinya cuma untuk melindungi dari kotoran selama dalam perjalanan mencari pertolongan medis.

Bawa ke Rumah Sakit, Segera!

Penanganan darurat tadi bukan pengganti perawatan medis. Paparan air keras berisiko tinggi sebabkan kerusakan permanen. Jadi, segeralah ke fasilitas kesehatan.

Terutama jika:
• Luas luka bakar lebih dari 5 sentimeter.
• Lokasinya di area kritis seperti wajah, tangan, kaki, pangkal paha, atau bokong.
• Luka mengenai sendi-sendi penting.
• Rasa nyerinya tak tertahankan meski minum pereda nyeri.
• Korban menunjukkan tanda syok: sesak napas, pusing hebat, lemas, atau bahkan pingsan.

Menurut sejumlah saksi dalam berbagai kasus, penanganan yang cepat dan tepat di rumah sakit sangat menentukan. Bisa mencegah infeksi dan komplikasi yang lebih serius. Intinya, jangan tunda.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar